Rasa Aman Palsu, Ekonomi yang Bergerak dan Sikap Skeptis

Kompas.com - 04/08/2020, 11:56 WIB
Presiden Joko Widodo menyerahkan bendera kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi 1945 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). Peringatan HUT RI tersebut mengangkat tema SDM Unggul Indonesia Maju. AFP/ADEK BERRYPresiden Joko Widodo menyerahkan bendera kepada Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi 1945 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). Peringatan HUT RI tersebut mengangkat tema SDM Unggul Indonesia Maju.

Hai, apa kabarmu? Agustus sudah kita masuki. Semaraknya sudah terlihat di mana-mana.

Tanda Agustus sudah kita masuki adalah kerap dijumpainya pedagang bendara dan tiangnya di jalan-jalan. Umumnya mereka pakai gerobak saat menjajakan. Sapa mereka, beli bendera mereka dan sampaikan salam kemerdekaan. 

Tanda lain Agustus sudah datang ada di perempatan jalan. Pedagang asongan yang menjajakan bendera merah putih ukuran kecil untuk ditempel di kaca dalam mobil mudah dijumpai. Kalau ada uang lebih, beli apa yang mereka jajakan.

Ini adalah ekonomi rakyat yang menggeliat setahun sekali karena perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia. Lakunya dagangan membuat syukur atas kemerdekaan para pedagang lebih nyata disampaikan.

Mempertimbangkan hal-hal ini, layak kita dukung anjuran pemerintah untuk pengibaran Bendera Merah Putih selama Agustus.

Serba-serbi Merah Putih yang kita kibarkan selama bulan kemerdekaan ini, baik juga kita ketahui agar lebih dihayati.

Kita tahu, karena pandemi, peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta akan dilaksanakan secara sederhana dan sesingkat-singkatnya. Protokol kesehatan membatasi perayaan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kita akan jadi saksi sejarah yang ditorehkan Covid-19 untuk perayaan Kemerdekaan ke-75 Tahun Republik Indonesia.

Meskipun serba terbatas, keluasan makna kemerdekaan tetap hendak kita hidupi.

Untuk itu, kita diminta menghentikan aktivitas sejenak pada 17 Agustus 2020 pukul 10.17 WIB. Pemerintah meminta kita mengambil sikap sempurna, berdiri tegak untuk menghormati peringatan detik-detik Proklamasi selama tiga menit.

Oya, apakah Merah Putih sudah beribar di rumah atau di kawasan tempat tinggalmu?

Belum sangat terlambat untuk mencari di laci mana bendera disimpan dan tiang bambu disembunyikan selama setahun terakhir.

Setelah ditemukan, jangan lupa dikibarkan. Kemarau yang mulai memuncak membuat langit biru terlihat kontras sebagai latar kibaran Merah Putih. Cocok dan terlihat relevan untuk diposting di media sosial.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selandia Baru Duduki Peringkat Teratas soal Kinerja Penanganan Covid-19, Bagaimana Indonesia?

Selandia Baru Duduki Peringkat Teratas soal Kinerja Penanganan Covid-19, Bagaimana Indonesia?

Tren
IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia akibat Covid-19 Tertinggi di Asia, Tercatat 647 Meninggal

IDI: Kematian Tenaga Medis Indonesia akibat Covid-19 Tertinggi di Asia, Tercatat 647 Meninggal

Tren
Update Virus Corona Global 28 Januari 2021: 101 Juta Kasus, 2,1 Juta Orang Meninggal | Program Vaksinasi Covid-19 di Myanmar

Update Virus Corona Global 28 Januari 2021: 101 Juta Kasus, 2,1 Juta Orang Meninggal | Program Vaksinasi Covid-19 di Myanmar

Tren
Ramayana, Mahabharata, dan Wayang Purwa

Ramayana, Mahabharata, dan Wayang Purwa

Tren
Tutup Usia, Berikut Profil Mantan KSAD Wismoyo Arismunandar

Tutup Usia, Berikut Profil Mantan KSAD Wismoyo Arismunandar

Tren
Hati-hati, Berikut Kandungan Skincare yang Tidak Direkomendasikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Mugwort

Hati-hati, Berikut Kandungan Skincare yang Tidak Direkomendasikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Mugwort

Tren
Mengenal Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dari Rekam Jejak hingga Harta Kekayaan...

Mengenal Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dari Rekam Jejak hingga Harta Kekayaan...

Tren
Pencipta Varian Rasa Indomie Nunuk Nuraini Meninggal Dunia, Bagaimana Sejarah Indomie?

Pencipta Varian Rasa Indomie Nunuk Nuraini Meninggal Dunia, Bagaimana Sejarah Indomie?

Tren
3 Fakta Seputar Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie yang Meninggal pada Usia 59 Tahun

3 Fakta Seputar Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie yang Meninggal pada Usia 59 Tahun

Tren
Foto Viral Pencurian di Museum Sulawesi Tenggara, Keris dan Samurai Peninggalan Jepang Hilang

Foto Viral Pencurian di Museum Sulawesi Tenggara, Keris dan Samurai Peninggalan Jepang Hilang

Tren
Polemik Puisi Cinta dan Benci yang Disebut Karya Chairil Anwar, Ini Klarifikasi Sutradara Film Binatang Jalang

Polemik Puisi Cinta dan Benci yang Disebut Karya Chairil Anwar, Ini Klarifikasi Sutradara Film Binatang Jalang

Tren
Insentif Prakerja Cair Maksimal Maret 2021, Simak Penjelasannya...

Insentif Prakerja Cair Maksimal Maret 2021, Simak Penjelasannya...

Tren
Penjelasan Lengkap BPPTKG soal Kondisi Merapi dan Link CCTV untuk Memantaunya

Penjelasan Lengkap BPPTKG soal Kondisi Merapi dan Link CCTV untuk Memantaunya

Tren
[POPULER TREN] Aturan Kemenkes soal Klaim Pasien Covid-19 | Meninggalnya Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie

[POPULER TREN] Aturan Kemenkes soal Klaim Pasien Covid-19 | Meninggalnya Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie

Tren
Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie, Meninggal Dunia

Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie, Meninggal Dunia

Tren
komentar
Close Ads X