Studi: Diet Protein Mampu Turunkan Risiko Kematian dan Membuat Umur Panjang

Kompas.com - 31/07/2020, 13:31 WIB
Ilustrasi diet mediterania shutterstockIlustrasi diet mediterania

KOMPAS.com - Ada berbagai macam jenis diet di dunia. Orang-orang melakukannya untuk memperbaiki penampilan maupun untuk menjaga kesehatan.

Salah satu jenis diet adalah diet dengan makan makanan yang kaya protein. Baru-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan manfaat dari diet ini.

Dilansir Express and Star, Rabu (22/7/2020), diet ini dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah dari penyebab apa pun.

Baca juga: Selain Membuat Kulit Lebih Cantik, Ini Manfaat Tempe bagi Kesehatan

 

Efek sangat kuat didapat dari protein nabati termasuk kacang-kacangan dan lentil.

Makanan yang mengandung sumber protein nabati tinggi antara lain buncis, kacang edamame, dan kuinoa.

Selain itu tahu juga merupakan sumber protein yang baik. Sementara itu beberapa sayuran termasuk brokoli, kacang polong, dan bayam berkontribusi terhadap asupan protein.

Baca juga: Sejarah Tempe, Makanan Kaya Protein yang Lahir dari Era Tanam Paksa

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Valentino 'Jebret' dan Ramai Gerakan Mute Massal di Twitter, Ada Apa?

Valentino "Jebret" dan Ramai Gerakan Mute Massal di Twitter, Ada Apa?

Tren
Menilik Ramadhan 1442 H di Arab Saudi, dari Pembatasan Waktu Shalat Tarawih hingga Pelaksanaan Umrah

Menilik Ramadhan 1442 H di Arab Saudi, dari Pembatasan Waktu Shalat Tarawih hingga Pelaksanaan Umrah

Tren
Perjalanan Lembaga Riset Sejak Indonesia Merdeka

Perjalanan Lembaga Riset Sejak Indonesia Merdeka

Tren
Viral Modus Peretasan Melalui DM Instagram, Ini Penjelasan Pakar IT

Viral Modus Peretasan Melalui DM Instagram, Ini Penjelasan Pakar IT

Tren
Artis Baru Railfans, KAI Pasang Livery Ketupat di Lokomotif untuk Sambut Ramadhan

Artis Baru Railfans, KAI Pasang Livery Ketupat di Lokomotif untuk Sambut Ramadhan

Tren
INFOGRAFIK: Cara Memperpanjang SIM Online lewat Ponsel

INFOGRAFIK: Cara Memperpanjang SIM Online lewat Ponsel

Tren
Periksa Gigi Bisa Membatalkan Puasa atau Tidak? Ini Penjelasannya

Periksa Gigi Bisa Membatalkan Puasa atau Tidak? Ini Penjelasannya

Tren
Alami Diare, Lebih Baik Membatalkan Puasa atau Tidak? Ini Kata Dokter

Alami Diare, Lebih Baik Membatalkan Puasa atau Tidak? Ini Kata Dokter

Tren
Ramai Dugaan Pinjaman Online Sebar Data Pengguna, Ini Daftar Pinjol Ilegal dan yang Berizin OJK

Ramai Dugaan Pinjaman Online Sebar Data Pengguna, Ini Daftar Pinjol Ilegal dan yang Berizin OJK

Tren
Awas Hangus, Besok Batas Akhir Beli Pelatihan Prakerja Gelombang 14!

Awas Hangus, Besok Batas Akhir Beli Pelatihan Prakerja Gelombang 14!

Tren
THR Lebaran 2021: Pekerja yang Berhak Mendapatkan dan Besarannya

THR Lebaran 2021: Pekerja yang Berhak Mendapatkan dan Besarannya

Tren
Perpanjangan SIM via Aplikasi Digital Korlantas Polri, Ini Tahapannya

Perpanjangan SIM via Aplikasi Digital Korlantas Polri, Ini Tahapannya

Tren
INFOGRAFIK: Cara Dapat Surat Izin Perjalanan atau SIKM Mudik Lebaran 2021

INFOGRAFIK: Cara Dapat Surat Izin Perjalanan atau SIKM Mudik Lebaran 2021

Tren
7 Kota dengan Durasi Puasa Terpendek di Dunia, Mana Saja?

7 Kota dengan Durasi Puasa Terpendek di Dunia, Mana Saja?

Tren
Update Corona 14 April: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | Jutaan Orang Mudik, Kasus Covid-19 di Iran Melonjak

Update Corona 14 April: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | Jutaan Orang Mudik, Kasus Covid-19 di Iran Melonjak

Tren
komentar
Close Ads X