Update Virus Corona di Dunia 22 Juli: 15 Juta Orang Terinfeksi | Perang Hoaks WHO soal Covid-19

Kompas.com - 22/07/2020, 08:31 WIB
Petugas penjaga perbatasan Polandia-Belarusia di Kuznica Bialostocka, melakukan pemantauan suhu tubuh ke para pengendara yang melintas pada Rabu (11/3/2020). ARTUR RESZKO/EPA-EFEPetugas penjaga perbatasan Polandia-Belarusia di Kuznica Bialostocka, melakukan pemantauan suhu tubuh ke para pengendara yang melintas pada Rabu (11/3/2020).

Pihak berwenang di 10 provinsi secara bertahap mengangkat pembatasan sosial dan ekonomi yang diberlakukan pada bulan Maret, ketika wabah mulai muncul di sana.

"Provinsi-provinsi ... sedang mencoba untuk membuka kembali pada saya pikir langkah yang sangat hati-hati, perlahan membuka bar dan restoran. Tetapi semua orang mengakui kita akan berharap untuk mendapatkan klaster baru," kata Njoo.

Baca juga: Ramai soal Pesut Mahakam di Twitter, Apa Bedanya dengan Lumba-lumba?

Polandia

Salah satu negara di Eropa, Polandia, berharap sekolah-sekolah dapat dibuka kembali pada bulan September mendatang.

Namun, pembukaan sekolah tersebut harus memiliki kepastian keamanan dikarenakan situasi yang masih diselimuti pandemi Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Polandia Dariusz Piontkowski dalam unggahan di Twitter, Selasa (21/7/2020).

Dariusz juga menyatakan, pihaknya kini tengah menyusun kerangka hukum untuk memungkinkan kepala sekolah bereaksi cepat jika tiba-tiba ada kasus Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Viral Video Siswa Berdiri Saat Upacara Online, Ini Penjelasan Sekolah

Perang hoaks WHO

Sebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona.FABRICE COFFRINI / AFP Sebuah foto yang diambil pada akhir 29 Mei 2020 menunjukkan tanda Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kantor pusat, di Jenewa, di tengah wabah COVID-19, yang disebabkan oleh virus corona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa mereka akan memerangi berita palsu yang berbahaya soal virus corona.

WHO akan bersama-sama dengan para ilmuwan dari beberapa bidang untuk melawan informasi menyesatkan mengenai Covid-19 yang semakin berbahaya bila dibiarkan.

Para peneliti dari disiplin ilmu mulai dari matematika untuk IT, sosiologi, psikologi, kesehatan dan komunikasi akan menjadi bagian dari proyek WHO ini.

Kolaborasi ini akan fokus pada bidang penelitian baru, yang oleh WHO disebut "infodemiologi".

Menurut WHO, informasi yang tidak jelas dan menyesatkan tersebut dapat "membahayakan kepercayaan" pada otoritas kesehatan.

"Aspek yang paling merusak dari infodemik itu adalah informasi yang salah dan menyesatkan dari aktor-aktor non-kesehatan. Ini telah menyebabkan klaim berbahaya dan tidak terbukti dibagikan."

Baca juga: WHO Tegaskan Vaksin Covid-19 Tak Akan Tersedia Sebelum Akhir 2021

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 5 Kesalahan Umum Cara Pakai Masker

Halaman:
Baca tentang

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X