Disorot Dunia, Ini Cerita dari Swedia Hadapi Pandemi Corona

Kompas.com - 11/07/2020, 12:47 WIB
Orang-orang Swedia berolahraga di luar dengan menjaga jarak fisik, di tengah wabah virus corona yang sedang merebak. Foto diambil di Stockholm pada 6 April 2020. TT NEWS AGENCY via REUTERSOrang-orang Swedia berolahraga di luar dengan menjaga jarak fisik, di tengah wabah virus corona yang sedang merebak. Foto diambil di Stockholm pada 6 April 2020.

KOMPAS.com - Sejak awal respons Swedia terhadap pandemi virus corona baru telah menjadi perhatian dunia. 

Berbeda dengan sebagian besar negara di dunia, pemerintah Swedia membiarkan kegiatan berjalan normal di wilayahnya. 

Apa yang dilakukan oleh Swedia secara tidak langsung membuat dunia mampu mengamati tentang bagaimana kondisi pandemi ketika pemerintah mengizinkan kegiatan dilakukan secara bebas atau tanpa pembatasan.

"Mereka benar-benar tidak memperoleh apa-apa. Mereka juga tidak memperoleh keuntungan ekonomi," kata Jacob F. Kirkegaard dari Peterson Institute for International Economics sebagaimana dikutip The New York Times, Selasa (7/7/2020).

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Pengusaha Swedia Bantu Gairahkan Ekonomi Jabar

Asumsi pemulihan ekonomi

Di Amerika Serikat, di mana virus menyebar dengan cepat, Presiden Donald Trump bersikeras menghindari dilakukannya penguncian (lockdown) atau mencabut kebijakan tersebut sebelum waktunya.

Adapun alasannya adalah untuk mendorong pemulihan kondisi ekonomi dan memungkinkan orang-orang kembali bekerja. 

Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson membuka kembali pub dan restoran pada akhir pekan lalu dalam upaya untuk memulihkan kondisi ekonomi seperti sedia kala.

Dari kebijakan-kebijakan tersebut, secara implisit terlihat bahwa pemerintah berusaha menjaga keseimbangan ekonomi dengan risiko kesehatan yang dipertaruhkan.

Namun, apa hasil yang diperoleh dari pelonggaran atau tidak adanya pembatasan di tengah pandemi?

Baca juga: Setelah 34 Tahun, Pembunuh PM Swedia Olof Palme Terkuak

Dampak tidak ketatnya pembatasan

Swedia menunjukkan bahwa terjadi lebih banyak kematian dengan kerugian ekonomi yang kurang lebih sama dengan negara yang melakukan pembatasan.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X