Data 15 Juta Pengguna Tokopedia Diduga Bocor, Ini Cara Proteksi Akun di E-Commerce

Kompas.com - 03/05/2020, 11:32 WIB

KOMPAS.com - Data 15 juta pengguna Tokopedia diduga bocor sejak Maret 2020.

Hal itu diketahui setelah salah satu akun di Twitter mengungkapkan bahwa data pengguna Tokopedia tersebar di forum gelap.

Adapun data yang tersebar adalah  nama pengguna, e-mail, dan hash password yang tersimpan dalam sebuah database PostfreSQL.

Data-data yang bocor diketahui akan melemahkan keamanan akun-akun lainnya yang terhubung.

Baca juga: Praktisi Internet Komentari Kebocoran Data 15 Juta Pengguna Tokopedia

Apa dampak jika data kita bocor dan bagaimana cara pengguna memproteksi akun di e-commerce seperti Tokopedia?

Dampak kebocoran data

Security Digital Trainer, Yerry Niko Borang, mengungkapkan, dampak kebocoran data yang disimpan pengguna di Tokopedia sangat signifikan.

Alasannya, bisa berimplikasi pada data yang digunakan untuk mengakses akun-akun lain yang dimiliki pengguna.

Selain itu, Tokopedia juga menyediakan layanan pembayaran digital dengan berbagai macam akses.

Ia khawatir, data pengguna yang bocor tersebut akan disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Demikian pula informasi rekening bank jika pengguna menyinkronisasikan dengan metode pembayaran mobile banking.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.