Hari Ini dalam Sejarah: Kecelakaan Beruntun Kereta Api di Jepang, 160 Orang Tewas

Kompas.com - 03/05/2020, 09:14 WIB
Menuju Kota Akashi di Jepang, Anda bisa naik kereta jenis shin-kaisoku JR Kobe-line dari Osaka selama kurang lebih 40 menit. KARAKSA MEDIAMenuju Kota Akashi di Jepang, Anda bisa naik kereta jenis shin-kaisoku JR Kobe-line dari Osaka selama kurang lebih 40 menit.

KOMPAS.com - Hari ini 58 tahun lalu, tepatnya 3 Mei 1962, terjadi kecelakaan kereta beruntun di Tokyo yang menewaskan 160 orang.

Kecelakaan tersebut melibatkan kereta komuter dan kereta barang. Keduanya bertabrakan di dekat Tokyo, Jepang.

Melansir History, selain menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini juga menyebabkan 320 orang mengalami luka-luka.

Kecelakaan itu bertepatan dengan Hari Konstitusi di Jepang.

Kronologi peristiwa

Awalnya, sebuah kereta komuter bergerak dari Stasiun Mikawashima pada pukul 21.30 waktu setempat, membawa penumpang keluar dari Tokyo. 

Tiga mil di utara kota tersebut, kereta barang melewati tanda merah yang seharusnya berhenti sehingga menyebabkan keluar jalur dan bertabrakan dengan kereta komuter.

Sebagian besar penumpang selamat dari tabrakan pertama ini.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Beethoven Ciptakan Für Elise

Para korban kemudian bergegas keluar dari kereta dan menuruni tanggul setinggi 30 kaki yang berdekatan dengan rel.

Namun, beberapa menit kemudian, kereta komuter lain, Ueno, di jalur yang sama lewat tanpa mengetahui adanya tabrakan.

Hal ini menyebabkan terjadinya tabrakan kedua. Bagian belakang kereta komuter pertama tertabrak.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Disebut Menyebar Melalui Udara, Amankah Beraktivitas Outdoor?

Virus Corona Disebut Menyebar Melalui Udara, Amankah Beraktivitas Outdoor?

Tren
1.280 Orang Terinfeksi, Ini yang Dapat Dipelajari dari Klaster Secapa AD Bandung

1.280 Orang Terinfeksi, Ini yang Dapat Dipelajari dari Klaster Secapa AD Bandung

Tren
Studi: Perubahan Suara Bisa Jadi Indikasi Covid-19

Studi: Perubahan Suara Bisa Jadi Indikasi Covid-19

Tren
Setelah Sepeda, Berkemah Mulai Jadi Tren di Masa Pandemi Corona

Setelah Sepeda, Berkemah Mulai Jadi Tren di Masa Pandemi Corona

Tren
74.018 Orang Positif Corona, Ini Cara Cegah Penularan saat Keluar Rumah

74.018 Orang Positif Corona, Ini Cara Cegah Penularan saat Keluar Rumah

Tren
Memahami 'Crab Mentality', Rasa Iri Pada Kemajuan Orang Lain

Memahami "Crab Mentality", Rasa Iri Pada Kemajuan Orang Lain

Tren
Viral Video Pengendara Motor Disebut Hadang Ambulans di Depok, Ini Kronologi dari Dua Pihak

Viral Video Pengendara Motor Disebut Hadang Ambulans di Depok, Ini Kronologi dari Dua Pihak

Tren
Update Virus Corona 12 Juli 2020: 12,8 Juta Orang Terinfeksi | Amitabh Bachchan Positif Covid-19

Update Virus Corona 12 Juli 2020: 12,8 Juta Orang Terinfeksi | Amitabh Bachchan Positif Covid-19

Tren
Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150.000, Mahal atau Murah?

Tarif Tertinggi Rapid Test Rp 150.000, Mahal atau Murah?

Tren
Ramai soal Tarif Murah Kirim Barang Via Kereta Api, Semurah Apa?

Ramai soal Tarif Murah Kirim Barang Via Kereta Api, Semurah Apa?

Tren
Inisiatif Pribadi Lakukan Tes Deteksi Covid-19, Perlu atau Tidak?

Inisiatif Pribadi Lakukan Tes Deteksi Covid-19, Perlu atau Tidak?

Tren
[POPULER TREN] Penjelasan Telkomsel soal SMS Nomor Tak Dikenal | Fakta Baru Kasus Corona di Indonesia

[POPULER TREN] Penjelasan Telkomsel soal SMS Nomor Tak Dikenal | Fakta Baru Kasus Corona di Indonesia

Tren
Selain Kanye West, Berikut Aktor yang Mencalonkan Diri sebagai Presiden

Selain Kanye West, Berikut Aktor yang Mencalonkan Diri sebagai Presiden

Tren
Viral Unggahan Keluhan Asuransi Pendidikan 17 Tahun Diduga Tidak Bisa Diklaim, Ini Tanggapan AAUI

Viral Unggahan Keluhan Asuransi Pendidikan 17 Tahun Diduga Tidak Bisa Diklaim, Ini Tanggapan AAUI

Tren
Kemenag Terbitkan KMA 183 Tahun 2019 untuk Madrasah, Apa Saja yang Diatur?

Kemenag Terbitkan KMA 183 Tahun 2019 untuk Madrasah, Apa Saja yang Diatur?

Tren
komentar
Close Ads X