Kompas.com - 01/05/2020, 20:30 WIB
Nelayan menjual hasil tangkapannya di facebook screenshootNelayan menjual hasil tangkapannya di facebook

Nelayan Inggris hadapi krisis

Pandemi virus corona telah menghantam nelayan Inggris dengan kejutan yang sangat parah karena permintaan dari pasar ekspor dan perdagangan restoran domestik telah menurun drastis.

Melansir The Guardian (18/3/2020) Inggris mengekspor sekitar 70 persen hasil lautnya ke negara Eropa dan Asia.

Para pemilik bisnis penangkapan ikan mengatakan tangkapan hasil laut yang biasanya berharga mahal seperti lobster sekarang mungkin berakhir di penjual ikan dengan harga murah.

"Ini mungkin krisis sementara, tetapi ini adalah goncangan yang sangat parah. Nelayan sangat tergantung pada hasil penjualan, dan ini adalah pertama kalinya terjadi penurunan permintaan yang sangat drastis," kata Barrie Deas, kepala eksekutif Federasi Nasional Organisasi Nelayan.

Jamie McMillan, direktur pelaksana Loch Fyne Langoustines and Loch Fyne Seafarms, yang memproses dan mengekspor kerang, lobster, dan kepiting, mengeluhkan turunnya permintaan pasar ekspor.

"Spanyol telah ditutup dan Perancis akan menutup pasarnya. Jika ini berlanjut, kami mungkin harus memberitahu nelayan kami untuk berhenti melaut. Mereka tidak dibayar jika mereka tidak mendapat hasil laut dan mereka memiliki keluarga untuk diberi makan," kata McMillan.

Baca juga: Kisah Saudara Kembar Asal Inggris yang Meninggal Akibat Covid-19

Bantu populasi ikan pulih

Bryce Beukers-Stewart, seorang ahli perikanan di University of York menyebut bahwa selera makanan laut masyarakat Inggris cukup konservatif. Dia menyebut bahwa masyarakat hanya mengonsumsi lima produk utama, yaitu ikan cod, haddock, salmon, udang dan tuna.

“Ada hasil tangkapan lain, seperti cumi-cumi, whelks, monkfish dan megrim sole, semua makanan laut yang sangat baik, yang mungkin saja dimakan oleh orang-orang ketika sedang berlibur di Spanyol atau Portugal, tetapi mereka sepertinya tidak ingin memakannya di Inggris, kata Beukers-Stewart.

Dia menyebut bahwa dengan adanya penurunan permintaan dari pasar luar negeri, orang-orang mungkin akan beralih mengonsumsi hasil tangkapan laut lainnya dan tidak terpaku pada apa yang biasa mereka makan.

Selain itu, dirinya menyebut bahwa berkurangnya tangkapan ikan dapat membantu populasi ikan untuk pulih kembali.

"Dalam skenario ekstrim penurunan dramatis dalam aktivitas penangkapan ikan akan berakibat pada pemulihan populasi ikan di lautan," katanya.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Selama April dan Prediksi Bulan Mei

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.