Kemenhub Larang Penerbangan Komersil, Berikut Respons Garuda dan Lion Air

Kompas.com - 24/04/2020, 21:44 WIB
Sunset di Bandara Ngurah Rai Shutterstock/I Gede Arya Wisnu KarsanaSunset di Bandara Ngurah Rai

KOMPAS.com - Pemerintah pusat secara resmi mengeluarkan larangan untuk melakukan kegiatan mudik Lebaran 2020, terutama dari wilayah yang menjalankan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

Selain wilayah yang menerapkan PSBB, masyarakat yang menghuni daerah aglomerasi yang ditetapkan sebagai PSBB dan zona merah Covid-19 juga dilarang untuk pergi mudik.

Berbagai aturan diterbitkan pemerintah untuk bisa melaksanakan larangan ini di lapangan. Seluruh moda transportasi baik pribadi maupun umum telah dipersiapkan aturannya.

Salah satunya Kementerian Perhubungan yang menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Covid-19 sebagai bentuk tindak lanjut terhadap keputusan yang telah ditetapkan.

Baca juga: Otban Soekarno-Hatta Sosialisasikan Permenhub 25 Soal Larangan Mudik

Permenhub ini dikeluarkan pada Kamis (23/4/2020) dan efektif diterapkan per hari ini, Jumat (24/4/2020) hingga 31 Mei mendatang.

Khusus untuk moda transportasi udara, diberikan dispensasi satu hari, sehingga larangan baru diterapkan esok, Sabtu (25/4/2020) per pukul 00.00.

Dengan begitu, penerbangan penumpang domestik yang terakhir diijinkan beroperasi pada hari ini, Jumat (24/4/2020) hingga tepat pukul 23.59.

Penerbangan itu hanya melayani konsumen yang sudah melakukan pemesanan sebelumnya. Setelah ini, tidak ada lagi pemesanan tiket penerbangan baru yang akan dilayani.

“Mengingat karasteristik moda udara yang spesifik, kepada operator penerbangan diberikan kesempatan untuk melaksanakan kewajibannya kepada penumpang sampai dengan hari ini dengan reservasi lama dengan tetap menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid 19. Mulai hari ini tidak ada reservasi baru,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, Jumat (24/4), dikutip dari rilis resmi Kemenhub.

Sementara untuk penerbangan internasional disebutkan masih akan tetap beroperasi untuk melayani warga negara asing yang akan kembali ke negara asalnya, juga warga negara Indonesia yang akan kembali ke Tanah Air.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X