Bijak Bertindak di Tengah Pandemi Virus Corona

Kompas.com - 06/04/2020, 11:36 WIB
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.

Oleh: Riana Sahrani

TIDAK sampai satu bulan dari mulai ditemukannya kasus virus corona di Indonesia, saat ini sudah lebih dari seribu kasus positif Covid-19.

Sejak saat itu, pemerintah mengimbau untuk selalu menjaga kesehatan terus didengungkan, antara lain dengan cara sering mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak ( social distancing) dengan orang lain.

Namun, agaknya ajakan social distancing ini yang paling sulit dilakukan oleh orang Indonesia pada umumnya.

Indonesia adalah bagian dari masyarakat Timur, yang dikenal sebagai makhluk sosial, yang mengutamakan adanya interaksi sosial dan melakukan suatu hal bersama-sama.

Padahal, kita semua pada umumnya sudah mengetahui bahwa penularan wabah corona salah satunya karena adanya interaksi sosial yang cukup dekat dengan orang yang sudah terlebih dahulu menderita corona.

Tentunya tidak menjaga jarak dalam kondisi seperti ini bukanlah suatu tindakan yang bijaksana.

Apakah untuk menjadi orang yang bijak itu sedemikian sulitnya?

Kebijaksanaan itu sendiri diartikan sebagai kepandaian individu dalam menggunakan akal budinya, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan, untuk menciptakan adanya keharmonisan antara individu dan lingkungan.

Penulis pernah melakukan penelitian terhadap sejumlah remaja di Jabodetabek dan ditemukan bahwa para remaja pada umumnya sudah memahami mana orang yang bijaksana dan mana yang tidak.

Mereka juga dapat mengenali faktor-faktor apa saja yang menjadi karakteristik orang yang bijaksana. Berikut ini tiga faktor karakteristik kebijaksanaan menurut remaja.

Berpikir cerdas

Orang yang bijak akan berhati-hati dalam berbicara dan bertindak, mampu mengendalikan emosi, bertanggung jawab, memikirkan dampak keputusan, mempertimbangkan setiap tindakan, mampu menghadapi dan mencari solusi masalah, serta disiplin.

Maka sudah seharusnya kita juga menjaga setiap perkataan dan perbuatan kita agar tidak membuat kondisi yang sudah meresahkan ini menjadi semakin tidak kondusif.

Kita sama-sama sudah mengetahui penyebaran yang sangat cepat dari virus corona ini, serta dampaknya bagi masyarakat.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X