Masker Bekas Menumpuk, China Berjuang Atasi Tumpukan Limbah Medis akibat Epidemi

Kompas.com - 08/03/2020, 18:03 WIB
Warga mengenakan masker di Bandara Internasional El Alto-La Paz, Bolivia, 28 Februari 2020, menyusul coronavirus, Covid-19, menyebar luas. Virus Corona menyebar luas dalam beberapa pekan terakhir, mengakibatkan pemerintah menghentikan warganya melakukan perjalanan atau berkumpul di tempat ramai. AFP/AIZAR RALDESWarga mengenakan masker di Bandara Internasional El Alto-La Paz, Bolivia, 28 Februari 2020, menyusul coronavirus, Covid-19, menyebar luas. Virus Corona menyebar luas dalam beberapa pekan terakhir, mengakibatkan pemerintah menghentikan warganya melakukan perjalanan atau berkumpul di tempat ramai.

KOMPAS.com - Di tengah merebaknya virus corona yang sudah mencapai berbagai tempat di belahan dunia, pihak berwenang China saat ini menghadapi masalah yang tak kalah memusingkan akibat virus tersebut.

Permasalahan itu yakni terkait limbah dari barang sekali pakai yang digunakan sebagai pengaman dari virus corona.

Barang-barang tersebut terutama adalah masker sekali pakai yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk melindungi diri mereka dari penularan.

Baca juga: Berikut Perkembangan Terkini Kasus Virus Corona di 16 Negara Timur Tengah

Di Wuhan saja, sebagai kota yang dianggap sebagai epicentrum virus, seorang pejabat di Zona pengembangan Ekonomi mengatakan bahwa mereka mengumpulkan sekitar 200 kg hingga 300 kg masker yang dibuang setiap hari dari 200 tempat sampah yang disiapkan.

Kota itu, telah memasang tempat sampah khusus untuk pembuangan masker di daerah perumahan, di jalan-jalan dan di tempat umum lainnya.

Melansir dari SCMP, walaupun sulit untuk mendapatkan angka pasti jumlah masker yang dibuang. Akan tetapi, Otoritas Lingkungan dan Kesehatan memperkirakan  volume limbah medis di Wuhan secara keseluruhan meningkat empat kali lebih besar menjadi lebih dari 200 ton sehari pada minggu lalu.

Produsen masker China sendiri memproduksi sekitar 116 juta per hari saat permintaan masker bedah melonjak di berbagai negara.

Menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, agen perencanaan ekonomi China, Produksi tersebut mengalami 12 kali lipat lonjakan selama sebulan terakhir seiring meningkatnya jumlah kasus.

Baca juga: Wanita Indonesia Jadi Kasus ke-12 Positif Corona di Victoria

Kemampuan pengolahan limbah

Para pakar lingkungan menyoroti kemampuan pengolahan limbah medis China yang dianggap tidak memadai.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X