Taiwan Berhasil Tekan Penyebaran Virus Corona, Bagaimana Caranya?

Kompas.com - 08/03/2020, 16:40 WIB
Pekerja bermasker melakukan kegiatan desinfeksi di area Bandara Internasional Taoyuan, Taiwan, Rabu (22/1/2020), menyusul temuan warga diduga terinfeksi virus corona di negara itu. Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China. AFP/CHEN CHI-CHUANPekerja bermasker melakukan kegiatan desinfeksi di area Bandara Internasional Taoyuan, Taiwan, Rabu (22/1/2020), menyusul temuan warga diduga terinfeksi virus corona di negara itu. Hingga saat ini, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkan terdampak virus corona yang dilaporkan sudah menjangkiti 1.300 orang dan membunuh 41 orang di China.

KOMPAS.com -  Taiwan memiliki 850.000 penduduk yang tinggal dan bekerja di China.

Fakta tersebut seharusnya menjadikan Taiwan sebagai salah satu yang paling terdampak dari wabah virus corona Covid-19 yang muncul akhir Desember 2019 lalu di Wuhan.

Waktu kemunculannya pun mendekati tahun baru Imlek, saat ratusan juta penduduk China bepergian ke luar negeri atau pulang ke rumah untuk melihat keluarga mereka.

Sementara, Taiwan, sebuah pulau dengan jumlah penduduk hampir sama dengan Australia, berhasil mengendalikan angka kasus infeksi mencapai 45 dengan satu kasus kematian.

Jumlah ini tidak bertambah, bahkan saat tingkat infeksi di China telah mencapai 80.000 kasus dan virus menyebar di wilayah-wilayah lain seperti Korea Selatan, Jepang, Iran, hingga Italia.

Melansir data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University per Minggu (8/3/2020) pukul 14.23 WIB, dari jumlah kasus yang dilaporkan tersebut, 13 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Update WNI Terinfeksi Virus Corona: 7 dari 12 WNI Terkena Covid-19 Berhasil Sembuh

Belajar dari pengalaman

Kesuksesan Taiwan sejauh ini dalam menangani infeksi dipengaruhi oleh respons awal saat virus masih sulit dipahami dan tingkat penularannya belum jelas.

Melansir Al Jazeera, Taiwan mengandalkan pengalaman historisnya saat menghadapi wabah.

"Taiwan terdampak sangat besar oleh SARS dan dengan pelajaran yang pahit itu, Taiwan menjadi sangat siap," kata Profesor di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Pengetahuan Manusia Oregon State University, Chunhuei Chi.

Menurut Chi, setelah epidemi SARS, Taiwan memberlakukan pusat komando untuk epidemi di tahun selanjutnya.

Baca juga: Menyebar Hampir di Seluruh Negara Anggota, Bagaimana Kesiapan Eropa Menghadapi Wabah Corona?

 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X