Ini Beberapa Poin dalam RUU Ketahanan Keluarga yang Menuai Kritikan

Kompas.com - 26/02/2020, 15:30 WIB
Koalisi Gerak Perempuan di Gedung Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020). Allizha Puti MonarqiKoalisi Gerak Perempuan di Gedung Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).

KOMPAS.com -  Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga yang diajukan oleh DPR/ DPD menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan. 

Hal itu karena rancangan undang-undang tersebut terdapat sejumlah regulasi yang dinilai banyak mengatur ranah privat seseorang dalam hubungan berkeluarga.

Salah satunya poin yang mengatur tentang kewajiban suami dan istri dalam pernikahan. 

Sementara lembaga kajian independen dan advokasi International for Criminal Justice Reform ( ICJR) memiliki beberapa pandangan soal RUU ini yang perlu dikritisi. Berikut beberapa di antaranya: 

1. Dinilai mengerdilkan peran agama

Menurut Direktur Eksekutif ICJR Anggara Suwahju, RUU Ketahanan Keluarga justru mengerdilkan peran agama dalam membimbing pembentukan fungsi keluarga yang dinamis.

Ia mencontohkan pada Pasal 16 ayat (1) yang menjelaskan kewajiban anggota keluarga untuk menaati perintah agama dan menjauhi larangan agama, menghormati hak anggota keluarga lainnya, melaksanakan pendidikan karakter dan akhlak mulia; serta mengasihi, menghargai, melindungi, menghormati anggota keluarga.

Atau contoh lain dalam Pasal 24 ayat (2) RUU ini menjabarkan kewajiban suami istri untuk saling mencintai, menghormati, menjaga kehormatan, setia, serta memberi bantuan lahir dan batin yang satu kepada yang lain.

"Aturan semacam itu selama ini sudah diatur dalam setiap agama, diyakini dan dijalani oleh pemeluknya," ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: RUU Ketahanan Keluarga Dianggap Terlalu Banyak Atur Ranah Etika

2. Diskriminasi gender

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X