Mengenal KRI Soeharso, Kapal untuk Evakuasi WNI di World Dream

Kompas.com - 25/02/2020, 15:34 WIB
KRI Soeharso -- Sebuah truk yang usai menurunkan logistik keluar dari KRI dr Soeharso-990 di Dermaga Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, Kamis (28/10/2010). KRI dr Soeharso-990 bertolak menuju Teluk Wondama, Wasior, Papua Barat, membawa tenaga medis dan logistik untuk pemulihan korban banjir bandang. KOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWANKRI Soeharso -- Sebuah truk yang usai menurunkan logistik keluar dari KRI dr Soeharso-990 di Dermaga Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, Kamis (28/10/2010). KRI dr Soeharso-990 bertolak menuju Teluk Wondama, Wasior, Papua Barat, membawa tenaga medis dan logistik untuk pemulihan korban banjir bandang.

KOMPAS.com - Besok, Rabu (26/02/2020) Kapal KRI dr. Soeharso direncanakan dikirim pemerintah Indonesia untuk menjemput 188 WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) World Dream di Selat Durian, Riau. 

Nantinya mereka akan dievakuasi ke Pulau Sebaru Kecil, Kabupaten Seribu, DKI Jakarta.

Lantas, apakah itu Kapal KRI dr. Soeharso yang digunakan untuk mengevakuasi WNI dari kapal World Dream?

Mengenal Kapal KRI dr. Soeharso 

Mengutip dari Harian Kompas Sabtu (21/09/2013) Kapal KRI dr. Soeharso memiliki panjang 122 meter, bobot isi 16.000 ton serta berat kosong 11.394 ton. 

Melansir dari Website Dinkes Surabaya kapal ini mampu mengangkut 3000 penumpang dan 400 awak kapal.

Kapal KRI dr. Soeharso merupakan satu-satunya jenis kapal rumah sakit di Indonesia.

Meski KRI dr. Soeharso adalah Kapal Rumah Sakit, namun kapal ini tetap dilengkapi dengan persenjataan.

Di antaranya adalah meriam bofors SAK 40 mm L/70 1 pucuk, 2 pucuk Kanon Penangkis Serangan Udara (PSU) serta 2 buah senapan mesin 12,7 mm.

Baca juga: 188 WNI di Kapal World Dream Akan Dijemput dengan KRI Soeharso

Kapal ini merupakan kapal yang dulunya bernama KRI tanjung Dapele 972. Kapal tersebut diberi nama dr. Soeharso - 990 diambil dari nama dokter yang berjasa dalam kemerdekaan RI.

Awalnya kapal ini berjenis kapal Bantu Angkut Personel (BAP) di bawah jajaran organik Satuan Kapal Amphibi Komando Armada Timur, hingga kemudian menjadi kapal Bantu Rumah Sakit (BRS).

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X