Kompas.com - 22/01/2020, 11:26 WIB
LRT Jakarta beroperasi secara komersial mulai Minggu (1/12/2019). Foto diambil di Stasiun Velodrome. KOMPAS.COM/NURSITA SARILRT Jakarta beroperasi secara komersial mulai Minggu (1/12/2019). Foto diambil di Stasiun Velodrome.

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendukung proyek Lighy Rail Transit (LRT) yang nantinya akan digarap di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Adapun proyek tersebut dibangun dengan kerja sama antara PT Nindya Karya (Persero) dengan Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND) serta Korea Rail Network Authority (KRNA).

Rencananya, LRT Bandara ini akan dibangun sepanjang 4,78 km.

Dengan panjang tersebut, pengguna bandara dapat dengan mudah mengakses jarak antara Bandara Ngurah Rai dengan terminal satelit Jineng di Kuta.

Selain itu, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Ikmal Lukman mengungkapkan bahwa pembangunan LRT juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan di sekitar bandara.

"LRT dapat menjadi alternatif moda transportasi menuju bandara yang mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar bandara," ujar Ikmal melalui keterangan resmi kepada Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

Menurut Ikmal, LRT bandara ini nantinya akan memiliki 4 stasiun di antara terminal satelit Jineng dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Meski begitu, pihak BKPM masih enggan memberi tahu kapan proyek ini akan dimulai.

Namun, pihaknya telah merencanakan bahwa proyek LRT Bandara I Gusti Ngurah Rai bakal memakan waktu sekitar 1,5-2 tahun.

Tak hanya itu, proyek LRT ini memiliki nilai investasi senilai Rp 5 triliun.

Oleh karena itu, Ikmal mengimbau kepada investor untuk mau bekerja sama dengan UKM sekitar agar masyarakat di sekitar proyek LRT itu dapat merasakan manfaatnya.

Baca juga: Viral Polsuska Turunkan Paksa Diduga Anak Punk dengan Pistol, Ini Penjelasan PT KAI

Penanatanganan MoU

Di sisi lain, dalam rangka bekerja sama dengan pihak KIND dan KRNA, BKPM diwakili oleh PT Nindya Karya (Persero) menandatangani note kesepahaman (MoU) di Kantor BKPM pada Selasa (21/1/2020).

"Penandatanganan MoU ini merupakan salah satu tindak lanjut MoU antara BKPM dengan KIND pada kunjungan kami ke Korea Selatan pada September tahun lalu," ujar Ikmal lagi.

Selain itu, terkait proyek LRT bandara, Plt. Direktur Utama PT Nindya Karya, Haedar A Karim mengungkapkan bahwa pembangunan proyek LRT sebagai langkah awal dalam pengembangan green city.

"Proyek saat ini merupakan langkah awal yang nantinya akan berlanjut dalam pengembangan green city dan juga TOD di daerah Seminyak dan Kuta," ujar Haedar.

Baca juga: Viral Mobil Tersambar Kereta Api di Nganjuk, Ini Penjelasannya


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X