Viral Polsuska Turunkan Paksa Diduga Anak Punk dengan Pistol, Ini Penjelasan PT KAI

Kompas.com - 26/12/2019, 14:16 WIB
Tangkapan layar video viral petugas Polsuska disebut memaksa turun penumpang dengan pistol pada Jumat (8/11/2019). Facebook/Masberto KingdomTangkapan layar video viral petugas Polsuska disebut memaksa turun penumpang dengan pistol pada Jumat (8/11/2019).

KOMPAS.com - Sebuah video yang memerlihatkan seorang polisi khusus kereta api ( Polsuska) menurunkan paksa penumpang kereta api viral di media sosial Facebook pada Selasa (24/12/2019).

Unggahan video tersebut pertama kali dibagikan oleh pemilik akun Facebook Masberto Kingdom.

Hingga saat ini, Kamis (26/12/2019) pukul 12.20 WIB, unggahan tersebut sudah disukai sebanyak 4,4 ribu, dikomentari 3,8 ribu, dan dibagikan sebanyak 3,2 ribu kali.

Dalam unggahannya, Masberto Kingdom menuliskan "Yang JELAS ITU KALAU PEGANG PISTOL JGN SEMBARANG KELUARKAN DARI SANGKUR NYA KARNA TIDAK SESUAI AJA HAHAHAHAHHAAHHAAAAA".

Baca juga: Viral Anak Kecil Tutup Perlintasan Kereta Api dengan Tali Rafia, Ini Penjelasannya

Tangkapan layar video viral petugas Polsuska disebut memaksa turun penumpang dengan pistol pada Jumat (8/11/2019).Facebook/Masberto Kingdom Tangkapan layar video viral petugas Polsuska disebut memaksa turun penumpang dengan pistol pada Jumat (8/11/2019).

Penelusuran Kompas.com

Mengonfirmasi hal tersebut, Kompas.com menghubungi Kepala Humas Daop I Jakarta, Eva Chairunisa.

Eva menegaskan, pistol yang dikeluarkan seperti yang tampak dalam video viral tersebut bukanlah pistol peluru tajam, melainkan semacam senjata kejut (stun gun) untuk pengamanan diri.

Tindakan tersebut menurut Eva, juga dilakukan untuk berjaga-jaga dari kemungkinan alat itu direbut atau disalahgunakan.

Ia mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada 8 November 2019 di KA Lokal Rangkasbitung- Merak nomor 472.

"Kejadian itu berawal dari pengaduan beberapa penumpang yang merasa tidak nyaman dengan perilaku sekelompok penumpang yang berjumlah sekitar 25 orang," kata Eva saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/12/2019).

Baca juga: Viral Video Masinis Beli Makanan Saat Kereta Berhenti di Perlintasan, Ini Penjelasan PT KAI

Penumpang yang mengadukan tersebut beralasan bahwa sekelompok penumpang yang berpenampilan seperti anak punk itu telah mengganggu ketertiban umum yakni dengan mondar-mandir di kereta.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X