Hari Ini dalam Sejarah: Gempa dan Tsunami Aceh 2004

Kompas.com - 26/12/2019, 06:20 WIB
Mengenang tsunami Aceh 2004 lewat kapal di atas rumah. Sandy MahendraMengenang tsunami Aceh 2004 lewat kapal di atas rumah.

KOMPAS.com - Pagi itu, 26 Desember 2004, Nazariah (23) sedang melakukan kegiatan sehari-hari di rumahnya, Desa Jamboe Timur, Kemukiman Meuraksa, Kecamatan Blang Mangat, kota Lhok Seumawe.

Nazariah tak akan pernah melupakan peristiwa yang menimpanya pada hari Minggu pagi itu.

Di tengah aktivitasnya itu, gempa tiba-tiba mengguncang rumahnya. Tak lama setelahnya, terdengar seruan orang bahwa air laut telah naik ke darat.

Sambil menggendong anaknya yang berusia tiga tahun, ia pun membawa lari ibunya untuk menyelamatkan diri.

Namun, Ketika ia telah lari sekitar 200 meter, gelombang setinggi rumah mengejar dan menyapu kakinya sehingga tubuhnya sempat terjatuh.

Meski berhasil menyelamatkan anaknya, ia tak mampu menolong ibunya yang juga terjatuh dann terseret gelombang laut.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Legenda Film Bisu, Charlie Chaplin Meninggal Dunia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nazariah hanya bisa melihat ibunya terseret air beberapa meter di belakangnya kemudian menghilang.

Hari ini 15 tahun lalu, gempa bumi berkekuatan 9,0 magnitudo dan tsunami menerjang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada 26 Desember 2004.

Dikutip dari History, gempa ini menjadi gempa terkuat kedua yang pernah terekam dan menjadikannya sebagai salah satu dari sepuluh bencana terburuk sepanjang masa.

Nazariah merupakan satu dari ratusan ribu korban gempa bumi dan tsunami Aceh 2004.

Tercatat, sekitar 170.000 orang meninggal dunia dan puluhan ribu bangunan hancur setelah terhempas gelombang tsunami.

Satu hari berselang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan hari berkabung nasional dan darurat kemanusiaan serta bakti sosial selama tiga hari, dari tanggal 27 Desember 2004 hingga 29 Desember 2004.

Negara terdampak

Tak hanya di Indonesia, sejumlah negara sekitar Samudra Hindia juga terkena dampak gempa dan tsunami itu.

Dahsyatnya getaran gempa tersebut bahkan dirasakan sampai Somalia, Afrika Timur yang berjarak 6.000 kilometer dari Samudra Hindia.

Akan tetapi, kawasan yang paling parah terkena imbasnya adalah Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Di Thailand, gelombang setinggi 10 meter menerjang lima provinsi yang terletak di sepanjang pesisir selatan, yaitu Songkhla, Phuket, Krabi, Phang Nga, dan Surat Thani.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Uni Soviet Serbu Afghanistan Saat Tengah Malam

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X