Hari Ini dalam Sejarah: Uni Soviet Serbu Afghanistan Saat Tengah Malam

Kompas.com - 24/12/2019, 09:20 WIB
Konvoi kendaraan lapis baja pasukan Uni Soviet melintasi jembatan di perbatasan Soviet-Afghanistan saat mereka memutuskan menarik diri dari Afghanistan di Termez, Uzbekistan, pada 21 Mei 1988. AFP/VITALY ARMANDKonvoi kendaraan lapis baja pasukan Uni Soviet melintasi jembatan di perbatasan Soviet-Afghanistan saat mereka memutuskan menarik diri dari Afghanistan di Termez, Uzbekistan, pada 21 Mei 1988.

KOMPAS.com - Hari ini, 40 tahun yang lalu, tepatnya 24 Desember 1979, Uni Soviet menyerbu Afghanistan.

Penyerbuan tersebut dilakukan dengan dalih menjunjung tinggi Perjanjian Persahabatan Soviet-Afghanistan di tahun 1978.

Ketika tengah malam mendekat, Soviet mulai mengorganisir kekuatan militer penerbangannya secara besar-besaran ke ibu kota Afganistan, Kabul.

Penyerbuan tersebut tercatat melibatkan sekitar 280 pesawat angkut dan tiga divisi yang masing-masing terdiri hampir 8.500 orang.

Dalam beberapa hari, Soviet telah berhasil mengamankan Kabul, mengerahkan unit serangan khusus terhadap Istana Tajbeg.

Tentara Afghanistan yang setia kepada Hafizullah Amin, mantan Presiden Afghanistan, melakukan perlawanan yang sengit namun hanya singkat.

Pada tanggal 27 Desember, Babrak Karmal, pemimpin fraksi Parcham dari Partai Demokrat Rakyat Afghanistan (PDPA), diangkat sebagai kepala pemerintahan baru Afghanistan.

Di waktu yang bersamaan, pasukan angkatan darat Soviet, mulai memasuki Afghanistan dari sisi utara.

Soviet mendapatkan perlawanan yang sengit saat mereka memberanikan diri keluar dari benteng mereka ke wilayah pedesaan.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Berakhirnya Perang Verdun dengan Korban 1 Juta Orang

Rudal Amerika

Pejuang perlawanan, yang disebut mujahidin, melihat orang-orang di luar Islam atau atheis Soviet yang menguasai Afghanistan sebagai ancaman bagi Islam dan juga budaya tradisional mereka.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Sumber History
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Polisi Disebut Tolong Pencuri Susu Formula di Pekalongan, Ini Penjelasannya

Viral Polisi Disebut Tolong Pencuri Susu Formula di Pekalongan, Ini Penjelasannya

Tren
Viral WNI Terinfeksi Virus Corona Main Tik Tok di Rumah Sakit Taiwan

Viral WNI Terinfeksi Virus Corona Main Tik Tok di Rumah Sakit Taiwan

Tren
Beasiswa Ditjen Dikti untuk Kuliah S-1 hingga S-3 di Taiwan, Ada yang Tertarik?

Beasiswa Ditjen Dikti untuk Kuliah S-1 hingga S-3 di Taiwan, Ada yang Tertarik?

Tren
Dampak Virus Corona, Seluruh Sekolah di Jepang Diminta Tutup hingga April 2020

Dampak Virus Corona, Seluruh Sekolah di Jepang Diminta Tutup hingga April 2020

Tren
Data per 28 Februari, Ini Rincian Kelulusan Passing Grade CPNS Tiap Formasi

Data per 28 Februari, Ini Rincian Kelulusan Passing Grade CPNS Tiap Formasi

Tren
Cerita Layanan 'Drive-Thru' Pemeriksaan Virus Corona di Korea Selatan...

Cerita Layanan "Drive-Thru" Pemeriksaan Virus Corona di Korea Selatan...

Tren
INFOGRAFIK: Legenda Bulu Tangkis Liem Swie King

INFOGRAFIK: Legenda Bulu Tangkis Liem Swie King

Tren
22 Negara yang Laporkan Kasus Pertama Infeksi Virus Corona Pekan Ini

22 Negara yang Laporkan Kasus Pertama Infeksi Virus Corona Pekan Ini

Tren
Ibadah Umrah Dihentikan Sementara, Bagaimana Nasib Calon Jemaah?

Ibadah Umrah Dihentikan Sementara, Bagaimana Nasib Calon Jemaah?

Tren
10 Teknologi China untuk Lawan Virus Corona, Drone hingga Robot Perawat

10 Teknologi China untuk Lawan Virus Corona, Drone hingga Robot Perawat

Tren
Tembus 54 Negara, Virus Corona Dikonfirmasi di Nigeria, Lithuania, Selandia Baru dan Belarusia

Tembus 54 Negara, Virus Corona Dikonfirmasi di Nigeria, Lithuania, Selandia Baru dan Belarusia

Tren
'Saya Pikir Akan Dihukum Mati Jika Orang-orang Tahu Saya Anggota Shincheonji'

"Saya Pikir Akan Dihukum Mati Jika Orang-orang Tahu Saya Anggota Shincheonji"

Tren
Arab Saudi Hentikan Sementara Ibadah Umrah, Ini Langkah yang Dilakukan Kemenag

Arab Saudi Hentikan Sementara Ibadah Umrah, Ini Langkah yang Dilakukan Kemenag

Tren
Karyawan Positif Terinfeksi Virus Corona, Hyundai Tutup Pabrik di Korea Selatan

Karyawan Positif Terinfeksi Virus Corona, Hyundai Tutup Pabrik di Korea Selatan

Tren
Cegah Penyebaran Virus Corona, Iran Tiadakan Shalat Jumat di 23 Kota

Cegah Penyebaran Virus Corona, Iran Tiadakan Shalat Jumat di 23 Kota

Tren
komentar
Close Ads X