Jadi Keresahan, Bagaimana Sebenarnya Aturan Impor Sampah di Indonesia?

Kompas.com - 21/11/2019, 08:34 WIB
Ilustrasi aturan lingkungan ShutterstockIlustrasi aturan lingkungan

KOMPAS.com - Limbah impor dari negara maju ke Indonesia menjadi perhatian karena seringkali ditemukan menyalahi aturan.

Hingga 17 September 2019, bea cukai mencatat telah menindak lebih dari 2.041 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Tangerang.

Dari kontainer-kontainer berisi limbah yang masuk ke Indonesia, banyak diantaranya yang ternyata memiliki kandungan bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kondisi tersebut dapat menjadi berbahaya apabila tidak terdeteksi dan lolos untuk didistribusikan.

Lantas, bagaimana impor limbah sebenarnya diatur di Indonesia?

Peraturan-Peraturan

Ketentuan tentang impor limbah di Indonesia telah diatur dalam beberapa peraturan, baik Undang-Undang maupun Peraturan Menteri.

Aturan-aturan yang ada pada dasarnya terdiri atas dua jenis, yaitu yang mengizinkan dengan batasan atau prasyarat tertentu dan yang melarang tanpa memberikan batasan.

Baca juga: Ramai soal Pabrik Tahu yang Gunakan Sampah Plastik, Ternyata Sampahnya dari Limbah Impor

Pertama adalah Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 84 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun sebagai Bahan Baku Industri.

Peraturan ini menggantikan Permendagri Nomor 31/M-DAG/PER/5/2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Nonbahan Berbahaya dan Beracun.

Permendagri Nomor 84 Tahun 2019 Pasal 2 Ayat (1) menyebutkan bahwa:

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Orang Positif Virus Corona, 1.000 Tamu Hotel di Pulau Tenerife, Spanyol, Dikarantina

Satu Orang Positif Virus Corona, 1.000 Tamu Hotel di Pulau Tenerife, Spanyol, Dikarantina

Tren
Swiss, Austria dan Kroasia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama

Swiss, Austria dan Kroasia Laporkan Kasus Virus Corona Pertama

Tren
Pejabat Kementerian Kesehatan Iran Positif Terinfeksi Virus Corona

Pejabat Kementerian Kesehatan Iran Positif Terinfeksi Virus Corona

Tren
2.838 Personel Normalkan Gardu Listrik Terdampak Banjir Jakarta, Ini Daftar Lokasinya..

2.838 Personel Normalkan Gardu Listrik Terdampak Banjir Jakarta, Ini Daftar Lokasinya..

Tren
Jakarta Banjir, Viral Deretan Kendaraan Terobos dan Halangi Rute TransJakarta

Jakarta Banjir, Viral Deretan Kendaraan Terobos dan Halangi Rute TransJakarta

Tren
Ribuan Unta Serbu Jalanan Usai Serangan Udara di Pelabuhan Tripoli, Libya

Ribuan Unta Serbu Jalanan Usai Serangan Udara di Pelabuhan Tripoli, Libya

Tren
200 Ribu Jamaah Gereja Shincheonji di Korsel akan Dites Terkait Virus Corona

200 Ribu Jamaah Gereja Shincheonji di Korsel akan Dites Terkait Virus Corona

Tren
Ramai Kereta Anjlok di Stasiun Jayakarta, Ini Penjelasannya...

Ramai Kereta Anjlok di Stasiun Jayakarta, Ini Penjelasannya...

Tren
Mahathir Mohamad Mundur, Ini yang Perlu Diketahui soal Gejolak Politik di Malaysia

Mahathir Mohamad Mundur, Ini yang Perlu Diketahui soal Gejolak Politik di Malaysia

Tren
977 Kasus Positif, Kenapa Infeksi Virus Corona di Korea Selatan Meningkat Cepat?

977 Kasus Positif, Kenapa Infeksi Virus Corona di Korea Selatan Meningkat Cepat?

Tren
Di Sidang HAM PBB, Indonesia Angkat soal Pemberdayaan Perempuan

Di Sidang HAM PBB, Indonesia Angkat soal Pemberdayaan Perempuan

Tren
Hanya Foto di IKEA, Ini Alasan Selebgram AS Palsukan Liburan di Bali

Hanya Foto di IKEA, Ini Alasan Selebgram AS Palsukan Liburan di Bali

Tren
Viral Lowongan Kerja 'Professional Cuddler' dan Curhat Berbayar, Apa Pekerjaannya?

Viral Lowongan Kerja "Professional Cuddler" dan Curhat Berbayar, Apa Pekerjaannya?

Tren
INFOGRAFIK: Perjalanan Politik Mahathir Mohamad

INFOGRAFIK: Perjalanan Politik Mahathir Mohamad

Tren
Wabah Meluas, Mengapa Virus Corona Covid-19 Belum Disebut Pandemi? Ini Kata WHO

Wabah Meluas, Mengapa Virus Corona Covid-19 Belum Disebut Pandemi? Ini Kata WHO

Tren
komentar
Close Ads X