Saat Jasa Transportasi Online Kian Menjamur...

Kompas.com - 01/11/2019, 06:15 WIB
Ilustrasi ojek online, tarif baru ojek online ShutterstockIlustrasi ojek online, tarif baru ojek online

 

KOMPAS.com - Sebuah video yang menampilkan gerombolan mitra ojek berseragam merah-putih sedang berhenti di pinggir jalan beredar di media sosial pada Rabu (30/10/2019).

Pada seragam dan helm yang mereka kenakan tertulis brand " Bonceng".

Saat ditelusuri, brand tersebut merupakan salah satu nama perusahaan jasa transportasi online, seperti Grab dan GoJek.

Marketing and Public Relation Bonceng, Sheha Rahmawati mengungkapkan bahwa Bonceng masih tergolong startup baru, mulai didirikan sejak 2018.

Meski baru berjalan satu tahun, aplikasi ini diklaim telah diunduh oleh masyarakat hingga 100.000 kali unduhan.

"Bonceng sudah didirikan 2018. Untuk saat ini, kami baru mencakup wilayah Jabodetabek saja," ujar Sheha saat dihubungi Kompas.com, Kamis (31/10/2019).

Kehadiran brand Bonceng ini menambah daftar jasa transportasi online di Indonesia, menemani pendahulunya Grab dan GoJek.

Menjamur

Lantas, apakah peran transportasi online yang kian bertambah ini menjadi salah satu kemudahan atau sebaliknya bagi negara?

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno mengungkapkan bahwa kehadiran ojek online yang mulai menjamur ini membuat senang konsumen, terutama hantaran non penumpang.

"Kenapa membuat senang konsumen, karena mereeka bisa memilih yang murah dan mudah didapat. Ada juga jaminan keselamatan dan keamanan," ujar Djoko saat dihubungi Kompas.com, Kamis (31/10/2019).

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X