Kompas.com - 26/10/2019, 09:07 WIB

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, meditasi dipilih sebagai cara untuk menenangkan pikiran saat sedang stress atau banyak pikiran, bahkan kala merasa jenuh.

Tahukah Anda, meditasi memang punya manfaat yang seringkali tak disadari.

Tak hanya memberikan sensasi rileks alias ketenangan, tetapi juga membantu peningkatan kesadaran alam pikiran kita.

Penelitian menunjukkan, meditasi punya manfaat lebih dari sekadar penghilang stress sementara.

Ada beberapa jenis meditasi yang bisa dipraktikkan sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda.

Bahkan, meditasi ini bisa dilakukan secara bervariasi hingga menemukan jenis meditasi yang cocok.

Apa saja jenis meditasi dan seperti apa manfaatnya?

Baca juga: Tips Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak

1. Meditasi cinta kasih

Meditasi cinta kasih juga dikenal sebagai meditasi Metta. Tujuannya, menumbuhkan sikap cinta dan kebaikan terhadap segala sesuatu, bahkan musuh dan sumber stress.

Seperti ini cara melakukannya, ambil napas dalam-dalam, buka pikiran Anda. Para praktisi membuka pikiran mereka untuk menerima cinta kasih.

Mereka kemudian mengirim pesan cinta kasih kepada dunia, kepada orang-orang tertentu, atau kepada orang-orang yang mereka cintai.

Kunci meditasi ini adalah mengulangi pesan berkali-kali, sampai Anda merasakan sikap cinta kasih.

Baca juga: Sisihkan 15-20 Menit, Pikiran Anda Akan Segar Kembali, Ini Caranya...

Meditasi cinta kasih dirancang untuk meningkatkan perasaan kasih sayang dan cinta, baik untuk orang lain maupun diri sendiri.

Meditasi ini juga dapat membantu mereka yang terkena dampak dari marah, frustrasi, kebencian dan konflik antar-pribadi

Jenis meditasi ini dapat meningkatkan emosi positif dan dipercaya dapat menurunkan depresi, kecemasan, dan stres pasca-trauma atau PTSD.

2. Meditasi pemindaian tubuh atau relaksasi progresif

Relaksasi progresif dikenal juga dengan meditasi pemindaian tubuh.

Relaksasi progresif adalah meditasi yang mendorong orang untuk memindai tubuh mereka.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Corona 4 Oktober: Kasus Harian Menurun | Jokowi Sebut Kemungkinan Akhir Pandemi

Update Corona 4 Oktober: Kasus Harian Menurun | Jokowi Sebut Kemungkinan Akhir Pandemi

Tren
BSU Tahap 4 Cair, Ini Cara Pencairan untuk Pekerja dengan Rekening Bank Swasta

BSU Tahap 4 Cair, Ini Cara Pencairan untuk Pekerja dengan Rekening Bank Swasta

Tren
Sanksi Perusahaan yang Tidak Daftarkan Karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan untuk Dapat BSU

Sanksi Perusahaan yang Tidak Daftarkan Karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan untuk Dapat BSU

Tren
Libur Maulid Nabi 2022 Tanggal Berapa? Ini Kata Kemenag dan BRIN

Libur Maulid Nabi 2022 Tanggal Berapa? Ini Kata Kemenag dan BRIN

Tren
Masuk Musim Penghujan, Ini 29 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir hingga 8 Oktober 2022

Masuk Musim Penghujan, Ini 29 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir hingga 8 Oktober 2022

Tren
Update Tragedi Kanjuruhan: Kapolres Malang Dicopot hingga Beda Jumlah Korban Versi Polisi dan Kemenkes

Update Tragedi Kanjuruhan: Kapolres Malang Dicopot hingga Beda Jumlah Korban Versi Polisi dan Kemenkes

Tren
P18, P19, dan P21 Artinya Apa? Ini Kode-kode dalam Berkas Perkara

P18, P19, dan P21 Artinya Apa? Ini Kode-kode dalam Berkas Perkara

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Detik-detik Evakuasi 7 Pahlawan Revolusi dari Sumur Lubang Buaya

Hari Ini dalam Sejarah: Detik-detik Evakuasi 7 Pahlawan Revolusi dari Sumur Lubang Buaya

Tren
Mengapa Sepak Bola Kerap Diwarnai Kerusuhan?

Mengapa Sepak Bola Kerap Diwarnai Kerusuhan?

Tren
[POPULER TREN] Kata Dokter soal Gas Air Mata Bisa Sebabkan Kematian | Cara Masuk Kebun Binatang Ragunan Terbaru

[POPULER TREN] Kata Dokter soal Gas Air Mata Bisa Sebabkan Kematian | Cara Masuk Kebun Binatang Ragunan Terbaru

Tren
Jokowi Minta Menkes Konsultasi dengan WHO soal Status Pandemi

Jokowi Minta Menkes Konsultasi dengan WHO soal Status Pandemi

Tren
Pasta Gigi Disebut Bisa Mengurangi Efek Gas Air Mata, Benarkah?

Pasta Gigi Disebut Bisa Mengurangi Efek Gas Air Mata, Benarkah?

Tren
1618 Lebih Ajaib Dibanding 1089?

1618 Lebih Ajaib Dibanding 1089?

Tren
Update Kasus Kerusuhan Kanjuruhan: Ketua PSSI Didesak Mundur hingga Penghentian Kompetisi

Update Kasus Kerusuhan Kanjuruhan: Ketua PSSI Didesak Mundur hingga Penghentian Kompetisi

Tren
Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang

Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang

Tren
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.