Refleksi Gagalnya Kaderisasi Politik...

Kompas.com - 09/10/2019, 15:02 WIB
Pelantikan Anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2019 - 2024 pada sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2019) pagi. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPelantikan Anggota DPR, DPD, dan MPR periode 2019 - 2024 pada sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2019) pagi.


KOMPAS.com - Majunya sejumlah anak pejabat di sejumlah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) hingga wajah parlemen yang diisi muka-muka lama dinilai sebagai bentuk gagalnya kaderisasi politik.

Dosen Ilmu Politik Universitas Diponegoro ( Undip) Wijayanto mengatakan refleksi gagalnya kaderisasi politik tersebut salah satunya muncul karena mahalnya biaya politik.

Hal ini sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Dr. Ward Berenschot dan ED Aspinall (2019).

"Pemilu kita makin mahal karena money politic makin masiv. Pada gilirannya nanti akan melahirkan praktik korupsi yang makin masif," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (9/10/2019).

Saat disinggung terkait putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang terjun ke politik dan masuk menjadi anggota PDI-P, imbuhnya jelas menggambarkan adanya refleksi gagalnya kaderisasi politik.

"Karena anak muda yang masuk politik tidak hanya kerabat elit namun juga sedikit sekali jumlahnya," katanya lagi.

Widiyanto memaparkan jumlah caleg muda berusia 40 tahun ke bawah, saat ini masih minim hanya 72 orang dari 575 anggota DPR, atau 12, 5 persen tergolong muda.

Prosentase tersebut turun dibandingkan dengan periode sebelumnya 2014-2019 yang mencapai 92 orang, dari 560 anggota DPR atau 16,4 persen.

"Selain itu, dari 72 caleg muda yang terpilih sebanyak 50 persen diduga merupakan bagian dari politik kekerabatan. Sebanyak 35 caleg dari 72 caleg muda itu diduga mempunyai relasi kekerabatan dengan elite politik di daerah ataupun nasional," ujar dia.

Baca juga: Ketika Dinasti Politik Semakin Menguat...

Modal jaringan luas

Lantaran faktor mahalnya biaya politik, maka anak-anak muda yang ingin terjun ke politik dengan hanya berbekal idealisme semata pasti akan terhempas.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X