Kompas.com - 06/10/2019, 07:30 WIB

KOMPAS.com - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mencatat ada 48 calon legislatif periode 2019-2024 yang mungkin menciptakan dinasti politik di partai politik maupun di parlemen.

Partai Nasdem misalnya, anak sang Ketua Umum Surya Paloh, yakni Prananda Surya Paloh, menjadi caleg terpilih dari daerah pemilihan Sumatera Utara I.

Di daerah praktik dinasti politik juga terjadi di Kota Bontang, Kalimantan Timur yang dikuasai Golkar. Di mana dua kadernya duduk sebagai wali kota dan ketua DPRD Bontang.

Dua kader itu adalah ibu dan anak. Sang ibu Neni Moerniaeni menjabat sebagai wali kota, sedangkan anaknya Andi Faisal Sofyan Hasdam menjabat sebagai ketua DPRD Botang.

Andi yang berusia 34 tahun ini dilantik pada Jumat (4/10/2019) di Bontang. Sedangkan ibunya, menjadi Wali Kota Bontang sejak tahun 2015 hingga sekarang.

Ayah dari Andi, Sofyan Hasdam, juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Bontang selama 10 tahun atau dua periode.

Menanggapi hal itu, Direktur Pusat Kajian Politik (Puskapol) UI Aditya Perdana menjelaskan fenomena tersebut merupakan hal yang sudah biasa.

Baca juga: Fenomena Pelajar Turun ke Jalan, Melek Politik atau Eksploitasi Anak?

Keluarga mapan

Menurutnya, kejadian seperti itu tidak hanya terjadi di Bontang saja, tetapi juga banyak ditemukan di daerah lain.

"Fenomena seperti itu menurut saya sudah biasa, artinya bukan hanya di Bontang saja, banyak kita temukan begitu. Misalkan saja keluarga dari Bupati Pandeglang, kan suami dan tiga anaknya juga terpilih jadi anggota DPR," kata Aditya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/10/2019).

"Jadi situasinya saat ini dinasti politik keluarga itu memang sekarang semakin menguat, dan itu banyak terjadi di banyak tempat, entah di Jawa, Sulawesi, Sumatera atau dimanapun di Indonesia," lanjut dia.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.