Sambut Hari Olahraga Nasional, Katahui 10 Manfaat Olahraga Bagi Anak

Kompas.com - 08/09/2019, 19:00 WIB
Ilustrasi anak aktif ShutterstockIlustrasi anak aktif


KOMPAS.com - Audisi umum beasiswa bulu tangkis PB Djarum akan dihentikan pada tahun depan.

Alasan dihentikannya audisi pencarian bakat olahraga bulu tangkis tersebut karena adanya tudingan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa audisi tersebut memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang tidak lain adalah produk rokok.

Hal itu disayangkan oleh banyak pihak. Di media sosial Twitter saja, warganet ramai-ramai menyesalkan penghentian audisi beasiswa PB Djarum itu.

Namun, di luar kabar penghentian audisi tersebut, tanggal 9 September selau diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional (HAORNAS). Untuk diketahui, olahraga jenis apapun (termasuk bulu tangkis) memiliki beberapa manfaat bagi anak-anak.

Baca juga: Dari Hobi Karyawan hingga Menelurkan Atlet Berprestasi, Ini Sejarah PB Djarum

Dilansir dari Kompas.com (1/8/2012), setidaknya ada 10 manfaat melakukan olahraga bagi anak-anak.

1. Meningkatkan kesehatan

Peneliti dari Centers for Disease Control membuktikan, salah satu masalah yang dialami anak-anak di Amerika adalah obesitas.

Masalah tersebut dapat meningkatkan faktor risiko penyakit diabetes dan darah tinggi tiga kali lipat saat menginjak dewasa.

Salah satu cara yang sangat dianjurkan adalah dengan melakukan olahraga. Karena olahraga dapat membantu membakar kalori yang tidak dibutuhkan tubuh, dan mencegah obesitas.

2. Meningkatkan kecerdasan

Penelitian dari Michigan State University's Institute mengungkapkan, anak-anak yang sering melakukan olahraga terbukti lebih cerdas daripada mereka yang tidak olahraga.

Selain itu, olahraga juga dapat membantu mengajarkan anak untuk lebih berkonsentrasi pada tugas dan dapat mengatur waktu lebih efektif.

3. Lebih sportif

Kalah dan menang adalah hal wajar dalam sebuah permainan olahraga. Tetapi, dalam olahraga akan diajarkan untuk dapat menghargai kalah dan menang secara sportif.

Mereka dapat berjabat tangan dengan lawannya, tidak peduli apa pun hasil dari sebuah pertandingan.

Ketika menginjak dewasa, sikap sportif ini akan terbawa dan membuat mereka lebih menghargai sesama teman dan berusaha melakukan yang terbaik dan sportif.

4. Sarana sosialisasi

Olahraga dapat menjadi sebuah jaringan sosial instan bagi anak-anak.

Bagi anak-anak yang memiliki sifat tertutup dan minder, olahraga bisa menjadi cara yang baik untuk meningkatkan kepercayaan diri dan pergaulan mereka.

Permainan olahraga secara berkelompok atau tim, dapat menawarkan persahabatan serta kekompakan antar-sesama, hal tersebut dapat membantu anak untuk menjalin persahabatan.

Baca juga: Audisi PB Djarum Berhenti Tahun Depan, Ini Kata Susy Susanti

5. Membangun kepercayaan diri

Olahraga juga dapat membantu anak-anak dalam meningkatkan kepercayaan diri, terlebih bila sang anak dapat menghasilkan sebuah prestasi.

Olahraga memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar, berprestasi, dan berpikir positif tentang diri sendiri melalui pengembangan keterampilan.

Aktivitas fisik ini akan menumbuhkan citra diri yang sehat dan penilaian positif terhadap diri sendiri.

6. Mengajarkan kerja sama

Beberapa jenis olahraga secara berkelompok seperti sepak bola atau bulu tangkis ganda membutuhkan kerja sama tim yang baik.

Olahraga akan membantu anak untuk bisa bekerja sama dengan anggota lain, memahami aturan, dan mendengarkan pelatih agar berprestasi.

Menjadi bagian dari kelompok dan belajar melakukan apa yang terbaik untuk tim menjadi salah satu manfaat dari melakukan olahraga.

7. Membantu menentukan target

Dalam olahraga, target akhir yang ingin dicapai adalah keluar sebagai pemenang, menjadi juara hingga akhirnya dapat membawa pulang piala.

Namun, sebelum meraih itu semua, para pemain harus menguasai teknik dasar dan keterampilan olahraga.

Lewat proses ini, olahraga memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak untuk menentukan tujuan jangka panjang dan pendek dalam hidup mereka.

8. Membina ketekunan

Anak-anak yang mengikuti berbagai kelas olahraga pasti memiliki kata-kata tertentu untuk menyemangati dirinya sendiri.

Hal itu akhirnya terbawa saat sang anak gagal dalam melakukan berbagai hal. Anak yang gemar berolahraga sudah terlatih untuk menghadapi luka, kekecewaan, dan kekalahan.

Mereka diajarkan untuk menghadapi kegagalan mereka dengan tenang, dan berusaha lebih tekun di pertandingan berikutnya.

Baca juga: Alasan Audisi PB Djarum Tak Bakal Ada Lagi Tahun Depan

9. Menghindarkan dari tindak kriminalitas

Setelah pulang sekolah, anak-anak tentu memiliki waktu kosong di sore hari. Hal itu tak jarang membuat anak-anak bingung untuk melakukan apa.

Daripada keluyuran tidak jelas, ada baiknya ajaklah mereka untuk berolahraga karena dapat mengindarkan mereka dari pergaulan yang tidak benar, dan juga tindak kriminal.

10. Memberi kebahagiaan

Olahraga adalah permainan yang bertujuan memberi kebahagiaan kepada anak-anak. Sebagai langkah awal dalam mengenalkan olahraga pada anak, ajak mereka berlari, melompat, melempar, menangkap, menyelam, berenang, dan lain-lain.

Lakukan ini agar mereka tahu bahwa olahraga adalah hal yang menyenangkan, sehingga lebih mudah membuat mereka berolahraga.

Sumber: Kompas.com (Dini)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X