Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Hari Ini dalam Sejarah: Osama bin Laden Sang Ekstremis Pendiri Al-Qaeda Lahir di Riyadh

KOMPAS.com - Tepat di hari ini, 65 tahun yang lalu, Osama bin Laden lahir di Riyadh, Arab Saudi.

Osama adalah teroris di balik serangan gedung World Trade Center (WTC) dan Pentagon, Amerika serikat, pada 11 September 2001, yang menewaskan 2.996 jiwa.

Akibat kejadian tersebut, Osama akhirnya berada dalam daftar orang paling dicari FBI selama satu dekade.

Selain itu, para pejabat intelijen percaya jika Osama adalah pihak yang bertanggung jawab atas banyaknya tindakan terorisme yang mematikan lainnya di Amerika dan dunia.

Kehidupan Osama kecil

Dilansir dari Biography, Osama bin Mohammed bin Awad bin Laden merupakan putra dari pasangan Mohammed Awad bin Laden dan Alia Ghanem.

Ghanem adalah istri ke-10 Mohammed. Dan Mohammed, merupakan seorang miliarder kontruksi.

Osama adalah anak ketujuh dari 50 bersaudara, namun merupakan satu-satunya anak dari pernikahan ayahnya bersama Alia Ghanem.

Sebagai seorang ayah, Mohammed memperlakukan anak-anaknya seolah mereka sudah dewasa dan menuntut mereka percaya diri sejak dini.

Ketika akhirnya Mohammed dan Ghanem bercerai, Osama dibawa oleh ibunya untuk tinggal bersama dengan suami barunya, Muhammad al-Attas. Dengan pasangan barunya, Ghanem mendapatkan empat orang anak.

Sebagian masa kecil Osama dihabiskan untuk tinggal bersama saudara tirinya dan bersekolah di Sekolah Model Al Thagher yang merupakan sekolah menengah paling bergengsi di Jeddah, Arab Saudi.

Pada usia 14 tahun, Osama diakui sebagai murid yang luar biasa, meskipun dikenal sebagai anak pemalu di Al Thagher.

Osama pun mendapatkan undangan untuk bergabung dengan kelompok studi Islam dengan janji akan diberi imbalan.

Kelompok yang beranggotakan putra dari beberapa keluarga terkemuka Jeddah tersebut memiliki tujuan mampu menghapal Al Quran saat mereka lulus sekolah.

Namun, kelompok tersebut kehilangan fokus dan tujuannya, dan Osama justru belajar beberapa prinsip jihad dengan melakukan tindak kekerasan.

Osama lulus dari Al Thagher pada 1976, dia kemudian melanjutkan studinya ke Universitas King Abdul Aziz di Jeddah.

Beberapa orang mengatakan bahwa Osama memiliki gelar dalam administrasi publik pada 1981. Sedangkan yang lain mengklaim dia menerima gelar teknik sipil agar dapat bergabung dalam bisnis keluarganya.

Membangun Al-Qaeda

Dilansir dari Britannica, pada tahun 1979, tak lama setelah Uni Soviet menyerang Afghanistan, Osama memandang invasi tersebut sebagai tindakan agresi terhadap Islam.

Dia akhirnya bertemu dengan pimpinan perlawanan Afghanistan dan mengumpulkan dana untuk membantu melakukan perlawanan.

Pada 1984, kegiatan perlawanan dipusatkan di Afghanistan dan Pakistan. Osama juga merekrut dan mengorganisir sukarelawan Arab untuk melawan pendudukan Soviet.

Osama akhirnya menjadi pemimpin militan karena kekayaannya dan keberaniannya dalam memimpin pertempuran.

Pada 1988, sebuah detasemen komputer yang dia buat untuk mencatat sukarelawan perang Afghanistan menyebabkan pembentukan jaringan militan baru bernama Al-Qaeda.

Pada 1989, setelah penarikan pasukan Soviet di Afghanistan, Osama kembali ke Arab Saudi.

Ketika pulang ke negaranya, dia disambut sebagai pahlawan, namun pemerintah menganggap Osama sebagai radikal dan ancaman yang potensial.

Pada 1990, pemerintah menolak permintaan izinnya untuk menggunakan jaringan pejuangnya untuk membela Arab Saudi dari ancaman invasi yang ditimbulkan oleh Irak.

Osama sangat marah ketika mengetahui Arab Saudi malah mengandalkan pasukan Amerika Serikat selama perang Teluk Persia.

Seruan jihad Osama

Dilansir dari History, berikut ini adalah beberapa gerakan Osama dan kelompoknya dalam melakukan jihad:

  • Melatih dan mempersenjatai pemberontak Somalia yang membunuh 18 tentara Amerika di Mogadishu pada 1993.
  • Pengeboman World Trade Center di New York pada 1993.
  • Percobaan pembunuhan presiden Mesir Hosni Mubarek pada 1995.
  • Pengeboman pusat pelatihan Garda Nasional AS di Riyadh pada 1995.
  • Peledakan bom truk yang menghancurkan Menara Khobar, sebuah kediaman militer Amerika di Dharan, pada 1996.

Penyerangan WTC dan Pentagon

Dalam upaya melindungi diri dari penangkapan, pada 1996 Osama pindah dari Sudan Ke Afghanistan.

Sementara itu, serangan Al Qaeda terus-menerus memakan korban. Militan tersebut menargetkan kedutaan Amerika Serikat (AS).

Pada 7 Agustus 1998, Al Qaeda meledakkan bom serentak di Kedutaan Besar AS di Nairobi, Kenya dan di Dar-es-Salaam, Tanzania.

Pada 11 September 2011, Osama berserta Al Qaeda melakukan serangan ke World Trade Center dan Pentagon.

Setelah kejadian tersebut, Osama berhasil lolos dari panangkapan dan bersembunyi hampir selama 10 tahun lamanya.

Pada Agustus 2010, CIA melacak dan mengawasi Osama berada di sebuah komplek di Abbottabad, Pakistan.

Pada 2 Mei 2011, akhirnya pasukan tim Navy SEAL menyerbu ke dalam komplek. Mereka menemukan Osama sedang tidur dengan pistol dan senapan di dekatnya.

Pasukan Navy SEAL kemudian membunuh Osama di tempat tersebut dengan menembak bagian kepala dan dada.

Setelah terbunuhnya Osama, Presiden AS Barack Obama memberikan pidatonya bahwa keadilan telah dilakukan.

Kemudian pada September 2019, Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa putra Osama yang bernama Hamza bin Laden yang dipandang sebagai calaon pemimpin Al Qaeda, tewas dalam operasi kontraterorisme AS.

https://www.kompas.com/tren/read/2022/03/10/110000265/hari-ini-dalam-sejarah--osama-bin-laden-sang-ekstremis-pendiri-al-qaeda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke