Mengapa Raffles Mengubah Struktur Pemerintahan ?

Kompas.com - 11/08/2022, 09:00 WIB

KOMPAS.com – Thomas Stamford Raffles adalah Gubernur Jenderal di Jawa pada 1811-1816.

Dalam masa kekuasaannya yang hanya lima tahun, Raffles melakukan berbagai gebrakan. Ia menghapus kebijakan-kebijakan lama dan menggantinya dengan kebijakan baru.

Salah satunya, melakukan perubahan struktur pemerintahan.

Baca juga: Penerapan Kerja Rodi Zaman Daendels

Menghapus kebijakan lama

Raffles melakukan perubahan struktur pemerintahan di Indonesia karena menurut Raffles kebijakan sebelumnya dianggap tidak humanis dan terlalu menyengsarakan rakyat.

Maka dari itu, setelah naik tampuk kekuasaan pada 1811, Raffles menghapus kebijakan-kebijakan lama dan menggantinya dengan kebijakan yang dianggap lebih manusiawi.

Sebelum Raffles naik takhta, tepatnya pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels, diterapkan suatu kebijakan yang membuat rakyat pribumi menderita, salah satunya sistem kerja paksa atau kerja rodi (1808).

Salah satu contoh kerja rodi adalah pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan yang mencapai jarak 1.000 kilometer.

Tidak hanya memakan banyak korban, rakyat pribumi juga diwajibkan memberi hasil pertanian kepada pemerintah kolonial yang masih ditambah lagi dengan penarikan biaya pajak.

Baca juga: Kerja Rodi dan Romusha, Kerja Paksa Zaman Penjajahan

Kondisi mengenaskan ini yang kemudian membuat Raffles ingin mencanangkan kebijakan-kebijakan baru yang dipandang mengubah struktur pemerintahan.

Setelah naik takhta pada 1811, Raffles yang merupakan seorang liberal mulai melakukan reformasi kebijakan, sebagai berikut:

  • Penghapusan segala bentuk dan jenis penyerahan wajib maupun kerja paksa terhadap rakyat.
  • Peranan para pemungut pajak dihapuskan, sebagai penggantinya mereka dijadikan sebagai bagian dari pemerintah kolonial
  • Pemerintah kolonial ditempatkan sebagai pemilik tanah, sehingga para petani yang menggarap tanah dianggap sebagai penyewa
  • Menghapus sistem tanam paksa dan menggantinya dengan sistem sewa tanah atau land rent system.

Baca juga: Land Rent System: Pengertian, Pencetus, dan Pelaksanaannya

Halaman:
Sumber Kompas.com


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.