Perkembangan Seni Sastra pada Masa Kerajaan Kediri

Kompas.com - 10/08/2022, 12:00 WIB

KOMPAS.com - Periode kekuasaan Kerajaan Kediri yang dimulai pada abad ke-11 disebut-sebut sebagai awal keemasan bagi kesusatraan Jawa Kuno.

Hal ini dibuktikan dari peninggalan-peninggalan Kerajaan Kediri, yang banyak di antaranya berupa karya sastra.

Hasil karya sastra Kerajaan Kediri, terutama dalam bentuk kakawin, diakui bermutu tinggi.

Lantas, bagaimana perkembangan seni sastra pada masa Kerajaan Kediri?

Baca juga: Peninggalan Kerajaan Kediri

Faktor perkembangan karya sastra pada masa Kerajaan Kediri

Dimulai pada masa Raja Jayabaya (1135-1159), Kerajaan Kediri mengalami perkembangan seni sastra yang sangat pesat.

Beberapa faktor yang menyebabkan perkembangan karya sastra pada masa Kerajaan Kediri adalah sebagai berikut.

  • Adanya perhatian raja terhadap kehidupan kebudayaan kerajaan, terutama dalam hal kesusastraan
  • Adanya kebebasan berpikir dalam mengembangkan kesusastraan
  • Adanya perlindungan terhadap para pujangga
  • Adanya penghormatan kepada raja melalui hasil sastra
  • Lahirnya pujangga-pujangga yang pandai

Berkat beberapa faktor tersebut, tidak heran apabila perkembangan seni sastra pada masa Kerajaan Kediri berjalan pesat.

Seni sastra Kerajaan Kediri telah mencapai kemakmuran yang cukup tinggi, dibuktikan dengan adanya para pujangga yang dapat menyusun karya sastra sangat indah dan bermutu.

Baca juga: Karya Sastra Peninggalan Kerajaan Kediri

Bahkan, pada masa kekuasaan Raja Kameswara (1184-1194), lahir Kitab Wertasancaya karangan Mpu Tanakung, yang berisi petunjuk tentang cara membuat syair yang baik.

Selain Mpu Tanakung, beberapa pujangga yang terkenal dari Kerajaan Kediri adalah Mpu Sedah, Mpu Panuluh, Mpu Dharmaja, Mpu Monaguna, dan Mpu Triguna.

Karya sastra Kerajaan Kediri

Berikut ini kitab sastra yang dibuat pada masa Kerajaan Kediri.

  • Kitab Bharatayuddha karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh
  • Kitab Kresnayana karya Mpu Triguna
  • Kitab Smaradahana karya Mpu Darmaja
  • Kitab Lubdaka karya Mpu Tanakung
  • Kitab Sumanasantaka karya Mpu Monaguna
  • Kitab Hariwangsa karya Mpu Panuluh
  • Kitab Gatotkacasraya karya Mpu Panuluh
  • Kitab Wertasancaya Mpu Tanakung

 

Referensi:

  • Isnaini, Danik. (2019). Kerajaan Hindu-Buddha di Jawa. Singkawang: Maraga Borneo Tarigas.
  • Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto (Eds). (2008). Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.