Apa Itu Tanah Partikelir?

Kompas.com - 30/06/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Tanah partikelir adalah tanah milik swasta yang dijual oleh kongsi dagang Belanda, VOC, pada sekitar abad ke-17.

Kebijakan ini berlanjut hingga masa pemerintahan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels, sebelum akhirnya dihapuskan.

Sebagian besar tanah partikelir terletak di sekitar Batavia (sekarang Jakarta) serta bagian Pulau Jawa lainnya.

Kebijakan tanah partikelir menuai banyak protes dari rakyat pribumi, karena semakin menyengsarakan rakyat desa.

Pasalnya, banyak tanah partikelir yang dikuasai oleh petinggi Belanda merupakan milik rakyat pribumi asli.

Selain itu, banyak peraturan yang dibuat oleh pemilik tanah partikelir atau tuan tanah, yang menyengsarakan rakyat. Misalnya seperti memberikan hasil panen, menarik uang sewa, serta mempekerjakan penduduk untuk kerja rodi.

Oleh sebab itu, dengan dasar hukum penghapusan tanah partikelir, UU No. 1 Tahun 1958, kebijakan ini dihapuskan.

Baca juga: Rama Ratu Jaya, Pemimpin Perlawanan Petani di Tanah Partikelir

Mengapa muncul tanah partikelir?

Latar belakang munculnya tanah partikelir berawal dari kebijakan yang diterapkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels (1808-1811).

Kala itu, Daendels berinisiatif untuk menjual tanah-tanah rakyat kepada orang China, Arab, maupun bangsa Belanda sendiri.

Tanah yang dijual inilah yang disebut sebagai tanah partikelir. Adapun motif penjualan tanah partikelir sangat beragam, tetapi sebagian besar hanya untuk kepentingan politis saja.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.