Kompas.com - 02/12/2021, 20:54 WIB
File foto ini diambil pada 3 Oktober 2016 menunjukkan reaksi Peng Shuai dari China setelah mengalahkan Venus Williams dari AS dalam pertandingan babak pertama tunggal putri di turnamen tenis China Open di Beijing. AFP PHOTO/FRED DUFOURFile foto ini diambil pada 3 Oktober 2016 menunjukkan reaksi Peng Shuai dari China setelah mengalahkan Venus Williams dari AS dalam pertandingan babak pertama tunggal putri di turnamen tenis China Open di Beijing.

NEW YORK, KOMPAS.com - Asosiasi Tenis Wanita (WTA) berisiko kehilangan uang di China.

Uang itu berasal dari perhelatan-perhelatan turnamen tenis wanita di Negeri Tirai Bambu tersebut.

WTA menunda turnamen-turnamennya di China sebagai bentuk dukungan bagi perlindungan terhadap petenis China Peng Shuai.

Zhang Gaoli saat menjabat sebagai wakil perdana menteri China, dalam pertemuan di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 16 Maret 2016. Petenis China Peng Shuai menuduh Zhang Gaoli pernah memaksanya berhubungan seks ketika menjalin hubungan putus-nyambung.AP PHOTO/NG HAN GUAN Zhang Gaoli saat menjabat sebagai wakil perdana menteri China, dalam pertemuan di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 16 Maret 2016. Petenis China Peng Shuai menuduh Zhang Gaoli pernah memaksanya berhubungan seks ketika menjalin hubungan putus-nyambung.

Baca juga: Meski Peng Shuai Sudah Muncul Lagi, WTA Masih Khawatir dengan Kondisinya

Peng Shuai menjadi perhatian internasional lantaran hampir tiga pekan absen di depan umum.

Peng Shuai pada awal November 2021 memosting pesan di media sosial yang menyebutkan mantan wakil perdana menteri China, Zhang Gaoli melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Kepala Eksekutif WTA Steve Simon mengatakan pihaknya tak bisa meminta atlet berlaga di China sementara Peng Shuai tak mendapatkan izin berkomunikasi secara bebas.

Baca juga: China Punya Komitmen pada Tenis, tapi...

"Saya melihat, tampaknya Peng Shuai telah ditekan untuk membantah tuduhan pelecehan seksual itu," ujar Steve Simon.

Seorang warga China duduk di luar kantor pusat Evergrande di Shenzen, menunggu kepastian uangnya di perusahaan raksasa properti itu.ABC NEWS/PADDY FOK via ABC INDONESIA Seorang warga China duduk di luar kantor pusat Evergrande di Shenzen, menunggu kepastian uangnya di perusahaan raksasa properti itu.

Steve Simon juga menyebut bahwa pihaknya menghadapi risiko jika pemain dan staf mengadakan acara di China pada 2022.

Kebijakan terkini WTA, jelas Steve Simon adalah menangguhkan turnamen yang akan digelar di China.

"Kami akan meninggalkan China bila kami tidak puas dengan tanggapan atas pernyataan Peng Shuai," kata Steve Simon.

Foto Peng Shuai, bintang tenis China yang hilang usai menuduh mantan wakil perdana menteri Zhang Gaoli memaksanya berhubungan seks, diunggah oleh jurnalis dari media yang berafiliasi dengan negara China, Sabtu (19/11/2021).TWITTER @shen_shiwei Foto Peng Shuai, bintang tenis China yang hilang usai menuduh mantan wakil perdana menteri Zhang Gaoli memaksanya berhubungan seks, diunggah oleh jurnalis dari media yang berafiliasi dengan negara China, Sabtu (19/11/2021).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.