Meski Peng Shuai Sudah Muncul Lagi, WTA Masih Khawatir dengan Kondisinya

Kompas.com - 29/11/2021, 18:08 WIB
Peng Shuai, dari China, melakukan servis kepada Maria Sakkari, dari Yunani, pada putaran kedua kejuaraan tenis AS Terbuka Kamis, 29 Agustus 2019, di New York. AP PHOTO/EDUARDO MUNOZ ALVAREZPeng Shuai, dari China, melakukan servis kepada Maria Sakkari, dari Yunani, pada putaran kedua kejuaraan tenis AS Terbuka Kamis, 29 Agustus 2019, di New York.

PARIS, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Tenis Wanita (WTA), Steve Simon, masih sangat prihatin tentang kondisi bintang China Peng Shuai, menyusul tuduhan penyerangan seksual terhadap seorang politisi kuat, kata seorang juru bicara kepada AFP, Sabtu (27/11/2021).

"(Ketua WTA) telah menghubungi Peng Shuai melalui berbagai saluran komunikasi. Dia mengirim dua e-mail kepadanya, yang jelas bahwa tanggapannya dipengaruhi oleh orang lain," katanya.

"Dia tetap sangat prihatin bahwa Peng tidak bebas dari sensor atau paksaan, dan memutuskan untuk tidak terlibat kembali melalui e-mail sampai dia puas bahwa tanggapannya adalah darinya sendiri, dan bukan dari sensornya."

"WTA tetap mengkhawatirkan kemampuannya untuk berkomunikasi secara bebas, terbuka, dan langsung," lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga: Profil Zhang Gaoli, Eks Wakil PM China yang Dituduh Paksa Petenis Peng Shuai Berhubungan Seks

Peng Shuai, juara ganda Wimbledon dan Perancis Terbuka berusia 35 tahun, tidak terlihat selama lebih dari dua minggu, setelah menuduh mantan wakil perdana menteri Zhang Gaoli yang sekarang berusia 70-an, pernah memaksanya berhubungan seks saat menjalani bertahun-tahun hubungan putus-nyambung.

Pada Minggu (21/11/2021), foto-foto resmi turnamen tenis Beijing menunjukkan ada Peng Shuai di antara peserta, dan dia berpartisipasi pada hari yang sama dalam video call dengan kepala Komite Olimpiade Internasional.

Uni Eropa, PBB, Amerika Serikat, dan Inggris, semuanya meminta bukti keberadaan dan keselamatan Peng Shuai.

Namun Kementerian Luar Negeri China mengatakan, "Orang-orang harus berhenti membesar-besarkan dengan sengaja dan bertujuan jahat (soal kontroversi seputar Peng Shuai hilang)."

Baca juga: China Akhirnya Buka Suara soal Hilangnya Petenis Peng Shuai, Sebut Kasusnya Dibesar-besarkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Hijab

Ketika Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Hijab

Global
FOTO: Penampakan Tonga Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Berapi, Kini Tertutup Abu Tebal

FOTO: Penampakan Tonga Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Berapi, Kini Tertutup Abu Tebal

Global
Hong Kong Akan Bunuh 2.000 Hewan Kecil, Termasuk Hamster dan Kelinci Karena Covid-19

Hong Kong Akan Bunuh 2.000 Hewan Kecil, Termasuk Hamster dan Kelinci Karena Covid-19

Global
Brasil Catatkan Rekor Baru Kasus Covid-19 Harian, Capai 137.000 Kasus

Brasil Catatkan Rekor Baru Kasus Covid-19 Harian, Capai 137.000 Kasus

Global
POPULER GLOBAL: TV Australia Putar Video YouTuber Indonesia Saat Beritakan Tsunami Tonga | Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel

POPULER GLOBAL: TV Australia Putar Video YouTuber Indonesia Saat Beritakan Tsunami Tonga | Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel

Global
Makan Sangat Banyak di All You Can Eat karena Tak Mau Rugi, Wanita Ini Berakhir di RS

Makan Sangat Banyak di All You Can Eat karena Tak Mau Rugi, Wanita Ini Berakhir di RS

Global
5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

Internasional
Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Internasional
Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel untuk Belajar Tangani Covid-19, Ini Jawaban Kemenkes RI

Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel untuk Belajar Tangani Covid-19, Ini Jawaban Kemenkes RI

Global
China Danai Proyek 'Dubai Baru' di Sri Lanka, Akankah Jadi Pusat Ekonomi Dunia?

China Danai Proyek "Dubai Baru" di Sri Lanka, Akankah Jadi Pusat Ekonomi Dunia?

Global
Gambar-gambar Pertama dari Tonga Setelah Erupsi Perlihatkan Skala Kerusakan

Gambar-gambar Pertama dari Tonga Setelah Erupsi Perlihatkan Skala Kerusakan

Global
Eropa Diambang Perangan karena Konflik Rusia-Ukraina

Eropa Diambang Perangan karena Konflik Rusia-Ukraina

Global
Dua Remaja Ditangkap di Inggris Terkait Aksi Terorisme Sinagoga di AS

Dua Remaja Ditangkap di Inggris Terkait Aksi Terorisme Sinagoga di AS

Global
Kabel Bawah Laut Rusak, Komunikasi dari Tonga Bisa Terputus Berminggu-minggu

Kabel Bawah Laut Rusak, Komunikasi dari Tonga Bisa Terputus Berminggu-minggu

Global
China Perintahkan Seluruh Paket dari Luar Negeri Disemprot Desinfektan karena Kekhawatian Omicron

China Perintahkan Seluruh Paket dari Luar Negeri Disemprot Desinfektan karena Kekhawatian Omicron

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.