Lantaran Virus Corona, Turnamen Golf di Jepang Tanpa Penonton

Kompas.com - 20/02/2020, 19:10 WIB
Para penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut. AFP/CHARLY TRIBALLEAUPara penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.

FUKUOKA, KOMPAS.com - Lantaran kekhawatiran kian merebaknya virus corona, perhelatan kejuaraan tenis LPGA Tour di Jepang tak akan dihadiri penonton.

Turnamen golf itu bertajuk Daikin Orchid Ladies.

Pelaksanaan turnamen dimulai pada 5 Maret 2020.

Baca juga: BI Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Akibat Corona

Turnamen akan usai pada 8 Maret 2020.

Lokasi turnamen ada di Prefektur Okinawa.

Para penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.AFP/CHARLY TRIBALLEAU Para penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan tidak negatif virus corona keluar setelah menjalani karantina, di Terminal Daikoku Pier Cruise di Yokohama, Jepang, Rabu (19/2/2020). Setidaknya 500 penumpang diizinkan keluar setelah dikarantina selama 14 hari, menyusul kabar terdapat 542 penularan positif corona di dalam kapal tersebut.

Penyelenggara mengatakan kebijakan tanpa penonton itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemain dan relawan.

Jepang termasuk negara yang menaruh perhatian besar terkait merebaknya virus corona.

Per 1 Maret 2020, saat perhelatan Tokyo Marathon, ada pembatasan jumlah peserta menjadi hanya 200 orang.

Jepang hingga kini baru melaporkan satu orang meninggal dunia per Kamis, pekan lalu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber Kyodo News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X