PBSI Antisipasi Virus Corona pada Atlet Indonesia yang Berlaga di BATC 2020

Kompas.com - 08/02/2020, 19:43 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie melawan wakil Taiwan, Wang Tzu Wei saat pertandingan babak kedua Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Jonatan Christie menang dengan skor 21-15, 21-15. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie melawan wakil Taiwan, Wang Tzu Wei saat pertandingan babak kedua Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Jonatan Christie menang dengan skor 21-15, 21-15.

KOMPAS.com - Tim Indonesia yang terdiri dari 20 pebulu tangkis beserta ofisial telah bertolak ke Manila, Filipina, pada Sabtu (8/2/2020) siang WIB.

Hal ini guna mengikuti turnamen kualifikasi bertajuk Badminton Asia Team Championship (BATC) 2020, menjelang Piala Thomas dan Uber 2020.

Adapun BATC 2020 akan berlangsung pada 11-16 Februari 2020.

Baca juga: Pesan Mohammad Ahsan Jelang BATC 2020: Jaga Kekompakan

Persatuan Bulu Tangkis Indonesia ( PBSI) telah melakukan antisipasi penularan virus corona pada atlet Merah Putih di BATC 2020.

Virus tersebut tengah merebak. Tidak hanya di Wuhan, China, namun juga di negara lain, termasuk Filipina.

Langkah pertama PBSI ialah memastikan tubuh atlet dalam kondisi bugar.

Kedua, adanya edukasi mengenai penuluran virus kepada para atlet dan tim ofisial. Ketiga, atlet dan tim ofisial telah dibekali masker antivirus.

Seperti biasanya, tim Merah Putih juga akan didampingi tim dokter dari PBSI yang telah mempersiapkan segala kebutuhan medis atlet dan tim selama di Manila.

"Sudah kami siapkan, sudah ada antisipasi. Saya baru dapat penjelasan dari dokter, bahwa penularan virus bisa terjadi kalau terjadi kontak langsung, artinya virus itu masuk bukan melalui udara," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto, dilansir dari Badminton Indonesia.

"Misalnya ada orang yang terkontaminasi yang batuk atau bersin, ditutup pakai tangan. Lalu tangannya menyentuh benda lain dan bendanya disentuh orang lain, bisa saja virusnya masuk dari tiga entry yaitu mata, hidung dan mulut, artinya ada kontak langsung secara fisik, ini yang kami coba antisipasi," ucap dia menambahkan.

Baca juga: BATC 2020 - Jumpa India dan Filipina, Tim Putra Indonesia Ogah Jemawa

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X