Indonesia Masters 2020, Praveen/Melati Ingin Tebus Kegagalan

Kompas.com - 14/01/2020, 08:20 WIB
Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti saat beraksi melawan pebulu tangkis Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie final bulu tangkis perorangan SEA Games 2019, di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Senin (9/12/2019). Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil menyumbang medali emas, mengalahkan pebulu tangkis Malaysia dengan skor 21-19, 19-21, 22-20. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGanda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti saat beraksi melawan pebulu tangkis Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie final bulu tangkis perorangan SEA Games 2019, di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Senin (9/12/2019). Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil menyumbang medali emas, mengalahkan pebulu tangkis Malaysia dengan skor 21-19, 19-21, 22-20.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan, bertekad untuk tampil optimal pada Indonesia Masters 2020 setelah gagal pada turnamen sebelumnya.

Praveen Jordan dan pasangannya, Melati Daeva Oktavianti, langsung terhenti pada babak pertama Malaysia Masters 2020 setelah dikalahkan Man Wei Chong/Tan Pearly Koong Le (Malaysia) dengan skor 18-21, 13-21.

Kegagalan di Negeri Jiran tersebut melecut motivasi Praveen untuk bermain lebih baik pada Indonesia Masters 2020.

Baca juga: Pebulu Tangkis Top Dunia Ramaikan Daihatsu Indonesia Masters 2020

"Kami kecewa dengan hasil di Malaysia. Tetapi, hal tersebut menjadi pelajaran untuk saya disini bersama Meli (sapaan akrab Melati Daeva Oktavianti)," dalam konferensi pers di Istora Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

"Ini menjadi tantangan bagi kami agar tampil konsisten," ujar Praveen.

Pada babak pertama, Praveen/Melati dijadwalkan berhadapan dengan Robin Tabeling/Selena Piek (Belanda).
Kedua pasang pemain tercatat sudah dua kali bertemu.

"Kami sudah dua kali kalah dari mereka. Semoga kami bisa membalas kekalahan," ucap Praveen.

Selain fokus lebih dulu pada babak pertama, Praveen/Melati juga siap untuk mengalahkan dua wakil China yang saat ini menduduki peringkat pertama dan kedua dunia, Zheng Siwei/Huang Yaqiong dan Wang Yilyu/Huang Dongping.

"Semua lebih kepada proses. Kami memperbaiki komunikasi dan latihannya lebih fokus. Memang tidak mudah untuk mengalahkan pemain China, tetapi kami tetap bisa mengalahkan mereka," tutur Praveen.

Pada 2019, Praveen/Melati berhasil meraih dua gelar pada Denmark Open dan French Open setelah mengalahkan dua wakil China pada babak final.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X