Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Diagonal

Kompas.com - 21/02/2024, 10:00 WIB
Vanya Karunia Mulia Putri

Penulis

Sumber chron

KOMPAS.com - Komunikasi diagonal adalah komunikasi yang terjadi di antara dua pihak atau lebih yang berbeda kedudukan dan jabatannya.

Dikutip dari buku Pengaplikasian Ilmu Komunikasi dalam Proses Sosial (2023) oleh Agiva Ratunadhani dkk, komunikasi diagonal melibatkan dua level organisasi yang berbeda.

Biasanya komunikasi ini diterapkan pada organisasi atau perusahaan berskala besar, di mana interaksi dan sikap saling ketergantungan sangat diutamakan.

Apa saja kelebihan dan kekurangan komunikasi diagonal?

Baca juga: Komunikasi Diagonal: Pengertian dan Contohnya

Kelebihan komunikasi diagonal

Salah satu kelebihan komunikasi diagonal adalah informasinya bisa menyebar dengan cepat, tidak hanya antardepartemen, tetapi antarkedudukan pula.

Komunikasi diagonal memungkinkan bawahan untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada atasan, tanpa birokrasi yang membingungkan.

Selain itu, kelebihan komunikasi diagonal lainnya, yakni masing-masing individu pada departemen, dapat turut serta dalam penyelesaian masalah.

Dilansir dari situs Chron, komunikasi diagonal dapat meningkatkan efisiensi komunikasi antardepartemen atau bagian.

Baca juga: Komunikasi Horizontal: Pengertian dan Contohnya

Proses komunikasi diagonal memungkinkan bawahan dan atasan untuk saling berdialog atau berkomunikasi satu sama lain.

Sehingga komunikasi organisasi dapat berjalah lebih efektif juga efisien.

Terakhir, kelebihan komunikasi diagonal ialah meningkatkan kecepatan komunikasi atau proses penerimaan dan pengiriman pesan.

Jika disimpulkan, kelebihan komunikasi diagonal adalah:

  • Informasinya bisa menyebar dengan cepat
  • Tiap individu dapat turut serta dalam penyelesaian masalah
  • Meningkatkan efisiensi komunikasi
  • Meningkatkan kecepatan proses komunikasi.

Baca juga: 4 Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Vertikal

Kekurangan komunikasi diagonal

Menurut Djoko Purwanto dalam buku Komunikasi Bisnis (2006), salah satu kekurangan komunikasi diagonal, yakni mengganggu jalur komunikasi formal.

Seperti yang kita ketahui, komunikasi diagonal memungkinkan atasan dan bawahan untuk saling berinteraksi tanpa memperhatikan kedudukan atau jabatannya.

Pada satu sisi, jenis komunikasi ini merusak atau menggangu jalur komunikasi rutin yang sifatnya formal.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Perbedaan Simple Past Tense dan Past Continuous Tense

Perbedaan Simple Past Tense dan Past Continuous Tense

Skola
Antonim dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Antonim dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Skola
Polisemi: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Polisemi: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya

Skola
35 Contoh Kalimat Future Perfect Tense beserta Artinya

35 Contoh Kalimat Future Perfect Tense beserta Artinya

Skola
Contoh Perumpamaan 'Kaya Apa' dalam Bahasa Jawa

Contoh Perumpamaan "Kaya Apa" dalam Bahasa Jawa

Skola
Ateges Tanpa Basa Jawa

Ateges Tanpa Basa Jawa

Skola
Bahasa Jawa: Wujude Aksara Jawa

Bahasa Jawa: Wujude Aksara Jawa

Skola
Bahasa Jawa: Nulis lan Maca Pawarta

Bahasa Jawa: Nulis lan Maca Pawarta

Skola
Teori Ordinal dalam Perilaku Konsumen

Teori Ordinal dalam Perilaku Konsumen

Skola
4 Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi, Apa Saja?

4 Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi, Apa Saja?

Skola
Komunikasi Full Duplex: Pengertian dan Contohnya

Komunikasi Full Duplex: Pengertian dan Contohnya

Skola
5 Perbedaan DNA dan RNA yang Penting untuk Diketahui

5 Perbedaan DNA dan RNA yang Penting untuk Diketahui

Skola
Cerita Legendha Basa Jawa

Cerita Legendha Basa Jawa

Skola
Bahasa Jawa: Ngandharake Crita Legendha

Bahasa Jawa: Ngandharake Crita Legendha

Skola
Bahasa Jawa: Ngandharake Surasa lan Nulis Tembang

Bahasa Jawa: Ngandharake Surasa lan Nulis Tembang

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com