Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teori Ordinal dalam Perilaku Konsumen

Kompas.com - 15/05/2024, 10:00 WIB
Vanya Karunia Mulia Putri

Penulis

Sumber byjus.com

KOMPAS.com - Teori ordinal perilaku konsumen, pada dasarnya, berupaya mengkaji sikap konsumen saat mengonsumsi suatu produk.

Selain ordinal, ada pula teori kardinal, yang mengukur tingkat kepuasan konsumen dengan angka, seperti 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.

Apa itu teori ordinal dalam perilaku konsumen?

Pengertian teori ordinal

Menurut Rahayu Mardikaningsih, dkk dalam buku Pengantar Ekonomi Mikro (2022), teori ordinal adalah teori yang mengukur kepuasan konsumen dengan urut-urutan.

Baca juga: Teori Kardinal dalam Perilaku Konsumen

Jika teori kardinal menggunakan angka, seperti 1, 2, 3, dan 4, berbeda dengan teori ordinal yang memakai urutan, seperti kepuasan I, kepuasan II, dan seterusnya.

Dikutip dari buku Pengantar Ekonomi Mikro (2023) oleh Yudi Siyamto dkk, teori ordinal sering juga disebut teori kegunaan (utility).

Biasanya teori ini dikaji menggunakan indifference curve, dan umumnya disebut sebagai modern theory.

Dilansir dari situs Byjus, konsep utama teori ordinal perilaku konsumen, yakni kepuasan konsumen tidak bisa diukur dengan angka, tetapi diatur menurut kesukaannya.

Baca juga: Apa Itu Konsep Rasional dalam Perilaku Konsumen?

Jika dibandingkan dengan teori kardinal, teori ordinal dipandang lebih praktis juga masuk akal. Karena pengukurannya didasarkan pada tingkat kepuasan konsumen.

Menurut Ni Nyoman Aryaningsih dalam buku Ekonomi Manajerial (2021), teori ordinal memiliki tiga asumsi dasar, yaitu:

  • Konsumen rasional memiliki skala preferensi, dan mampu mengurutkan kebutuhannya
  • Kepuasan konsumen bisa diurutkan atau ordering
  • Konsumen lebih menyukai sesuatu yang lebih banyak dibanding yang sedikit, artinya, makin banyak barang yang dikonsumsi, kian tinggi pula tingkat kepuasaannya.

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa teori ordinal dalam perilaku konsumen adalah teori yang mengukur kepuasan konsumen dengan urutan.

Baca juga: 10 Pendekatan dalam Perilaku Konsumen

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Firma?

Siapa yang Bertanggung Jawab dalam Firma?

Skola
Kalimat Penjelas: Pengertian dan Ciri-cirinya

Kalimat Penjelas: Pengertian dan Ciri-cirinya

Skola
14 Unsur Tatahan dalam Wayang Kulit

14 Unsur Tatahan dalam Wayang Kulit

Skola
Pengertian 'Lakon' dan Jenisnya dalam Pementasan Wayang Purwa

Pengertian "Lakon" dan Jenisnya dalam Pementasan Wayang Purwa

Skola
Pengertian 'Sanggit' dalam Dunia Pewayangan

Pengertian "Sanggit" dalam Dunia Pewayangan

Skola
Kisah Perang Bharatayuddha dalam Pewayangan Jawa

Kisah Perang Bharatayuddha dalam Pewayangan Jawa

Skola
Mengenal Tokoh Wayang Togog

Mengenal Tokoh Wayang Togog

Skola
Karakter Tokoh Dewi Sinta dalam Versi Ramayana

Karakter Tokoh Dewi Sinta dalam Versi Ramayana

Skola
Penokohan dalam Cerita Wayang Ramayana beserta Karakternya

Penokohan dalam Cerita Wayang Ramayana beserta Karakternya

Skola
Mengenal Pewayangan Mahabharata

Mengenal Pewayangan Mahabharata

Skola
Apa Itu Komunikasi Bencana?

Apa Itu Komunikasi Bencana?

Skola
Pengertian Pasar Global dan Ciri-cirinya

Pengertian Pasar Global dan Ciri-cirinya

Skola
Instrumen Perlindungan Hak Asasi PBB

Instrumen Perlindungan Hak Asasi PBB

Skola
Ciri-ciri Teks Argumentasi, Apa Saja?

Ciri-ciri Teks Argumentasi, Apa Saja?

Skola
Mengenal Cerita Fiksi dan Nonfiksi

Mengenal Cerita Fiksi dan Nonfiksi

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com