Kompas.com - 19/06/2021, 13:28 WIB
Korean DMZ Wildlife Haven wikipedia.org/Rishabh TatirajuKorean DMZ Wildlife Haven

KOMPAS.com - Korea Selatan dan Korea Utara telat berperang dalam waktu yang lama hingga ditanda tangani perjanjian gencatan senjata pada 1953.

Perjanjian gencatan senjata tersebut menghasilkan zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Selatan dan Korea Utara.

Dilansir dari National Public Radio, zona demiliterisasi (DMZ) adalah perbatasan de facto Korea yang terlarang bagi manusia. DMZ tersebut membentang sepanjang 155 mil atau 284 kilometer hanya terdapat tentara perbatasan tanpa adanya warga sipil yang boleh memasukinya.

Pada awal gencatan senjata, DMZ merupakan daerah yang rusak akibat terjadinya perang Korea. Namun setelah lama ditinggalkan manusia, DMZ mereklamasi dirinya sendiri secara alami.

Tanpa adanya campur tangan manusia, DMZ berubah menjadi surga tidak disengaja bagi berbagai flora dan fauna dan membuat para ilmuwan terkagum-kagum karenanya. Hal tersebut membuat zona demiliterisasi tersebut disebut dengan DMZ Wildlife Haven.

Baca juga: Apakah di Laut Hitam ada Kehidupan?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dialiri lima sungai

DMZ Wildlife Haven dialiri oleh lima buah sungai yang menyediakan air berlimpah bagi satwa liar. Bagian barat DMZ terdiri dari muara dan lahan basah yang menjadi rumah bagi banyak spesies burung, serangga, dan juga reptil.

DMZ Wildlife Haven menjadi tempat peristirahatan dan oase bagi burung-burung yang bermigrasi. Dilansir dari BBC, burung bermigrasi melalui DMZ ke Mongolia, China, Filipina, Australia, bahkan Rusia.

DMZ Wildlife Haven dianggap sebagai kawasan konservasi terbesar di dunia setelah hutan Amazon dan hutan hujan tropis Indonesia.

Bagian tengah DMZ merupakan lahan basah yang relatif lebih hangat. Di daerah ini tidak akan terbentuk es walaupun Korea sedang mengalami musim dingin. Bagian barat DMZ merupakan campuran antara hutan, lahan basah,tanah, dan, rawa-rawa.

Ribuan spesies hewan dan tumbuhan

Diperkirakan ada sekitar dua ribu spesies hewan dan tumbuhan yang hidup di DMZ Wildlife Haven. Kwi-Gon Kim dalam bukuThe Demilitarized Zone (DMZ) of Korea (2013) dari spesies yang telah teridentifikasi ada 81 spesies yang dilindungi dan 14 spesies yang termasuk ke dalam daftar merah spesies terancam punah oleh IUCN.

Baca juga: Benarkah Jaring Laba-Laba Sangat Kuat?

Misalnya lutra atau berang-berang Eurasia, rusa air, bangau mahkota merah, burung dolar oriental, bebek mandarin, burung hering hitam Eurasia, burung spoonbill berwajah hitam, katak penggali boreal, capung kerdil merah, macan tutul amur, gorilla amur, lynx Eurasia, serta beruang hitam asia yang sangat langka.

DMZ Wildlife Haven menjadi contoh bahwa alam yang rusak bisa menyembuhkan dirinya sendiri jika manusia tidak terus merusaknya. DMZ Wildlife Haven kini menjadi perhatian para ilmuan dan penggiat konservasi untuk tetap diperhatikan kelestariannya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X