Kompas.com - 19/06/2021, 12:09 WIB
Hemlock Water Dropwort, racun yang meninggalkan senyuman wikipedia.org/Ian AlexanderHemlock Water Dropwort, racun yang meninggalkan senyuman

KOMPAS.com - Racun merupakan salah satu hal yang menakutkan bagi makhluk hidup. Ada banyak bahan yang bisa menyebabkan keracunan, dimulai dari racun sintetis yang dibuat dalam laboratorium, hewan-hewan berbisa, dan juga tumbuhan yang memiliki racun alami.

Pada umumnya racun terasa pahit dan menyakitkan. Namun apa jadinya jika ada suatu tumbuhan yang malah memabukan hingga membuat korbannya mati tersenyum?

Senyum yang ditimbulkan bukanlah senyum yang manis melainkan senyuman sinis mirip seringai yang mengerikan.

Racun tersebut bukan hanya cerita fiksi namun benar-benar ada di kehidupan asli. Mundur ke masa lampau, sebuah racun digunakan untuk euthanasia maupun pembunuhan bagi para orang tua yang tidak bisa mengurus dirinya sendiri di kalangan masyarakat Sardinia.

Racun tersebut memabukan dan menyunggingkan senyum sinis di wajah korbannya. Senyum tersebut dinilai merupakan rasa terima kasih bagi orang yg mengalami euthanasia.

Baca juga: Benarkah Jaring Laba-Laba Sangat Kuat?

Hemlock water dropwort

Dilansir dari Scientific American, para ilmuan di University of Eastern Piedmont Italia mengidentifikasi bahwa racun yang bertanggung jawab atas kematian tersebut berasal dari tanaman hemlock water dropwort atau yang memiliki nama latin Oenanthe crocata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hemlock water dropwort adalah tumbuhan yang tumbuh di daerah lembab seperti sungai, danau, dan rawa-rawa.

Tumbuhan ini disebut dengan seledri air, memiliki batang yang tinggi dan berongga seperti selederi pada umumnya, dilengkapi bunga-bunga kecil berwarna putih, dan juga memiliki aroma yang harum.

Tanaman hemlock water dropwort miliki racun oenanthotoxin pada akarnya dan racun diacetylenic epoxydiol pada bijinya. Racun tersebut bersifat meurotoksik atau menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kejang-kejang.

Dilansir dari National Geographic, seorang ahli botani bernama Leif Bersweden menyebutkan bahwa orang yang memakan hemlock water dropwort akan mengalami disfungsional tubuh, kejang, dan kematian dalam kurun waktu 24 jam.

Baca juga: Apakah di Laut Hitam ada Kehidupan?

Mitchell MI dan Routledge PA dalam jurnal berjudul Hemlock Water Dropwort Poisoning – a Review Clin. Toxicol (1978) menyebutkan bahwa tidak seperti racun dari tanaman lainnya, racun hemlock water dropwort tidak menimbulkan rasa pait dan membakar, namun memiliki rasa manis yang menyenangkan.

Hemlock water dropwort memberikan kematian tersenyum pada korbannya. Dilansir dari National Center for Biotechnology Information, hal tersebut disebabkan hemlock water dropwort berisfat neurotoksik yang menyerang saraf, membuat otot wajah berkontraksi, rahang mengalami trismus (terkunci), dan otot-otot pengunyah menjadi tegang.

Kondisi tersebut menimbulkan senyuman sinis berupa seringai yang mengerikan pada jasad korban.


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X