Kompas.com - 22/03/2021, 13:07 WIB
Tentang Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta. Monumen Serangan Umum 1 Maret berada di area sekitar Museum Benteng Vredeburg yaitu tepat di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Monumen ini dibangun untuk memperingati serangan tentara Indonesia terhadap Belanda pada tanggal 1 Maret 1949. KOMPAS/DJOKO POERNOMOTentang Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta. Monumen Serangan Umum 1 Maret berada di area sekitar Museum Benteng Vredeburg yaitu tepat di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Monumen ini dibangun untuk memperingati serangan tentara Indonesia terhadap Belanda pada tanggal 1 Maret 1949.

KOMPAS.com - Pada 1 Maret 1949, masyarakat Indonesia melakukan perlawanan besar-besaran terhadap pendudukan Belanda di Yogyakarta. Peristiwa ini dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret 1949.

Serangan ini dilakukan oleh pasukan militer Divisi III/GM III, untuk merebut kembali Kota Yogyakarta yang dikuasai oleh Belanda. Tidak hanya itu, serangan ini juga menjadi bukti nyata kekuatan Indonesia di mata dunia internasional.

Tujuan Serangan Umum 1 Maret 1949

Dirangkum dalam buku Peran TNI-AU pada Masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia Tahun 1948-1949 (2001), disebutkan jika Serangan Umum 1 Maret 1949 memiliki tiga tujuan utama, yaitu:

  • Tujuan militer

Memberi bukti nyata ke dunia internasional, jika TNI masih utuh dan masih menjadi satu kesatuan yang tertib, teratur, disipilin serta mampu melakukan perlawanan secara terkonsentrasi dan terkoordinasi.

  • Tujuan politik

Ditujukan untuk memberi dukungan kepada perwakilan Indonesia yang sedang melakukan perundingan di Dewan Keamanan PBB.

  • Tujuan psikolgi

Untuk mengobarkan semangat juang rakyat Indonesia dan TNI.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Serangan Umum 1 Maret 1949

Kronologi Serangan Umum 1 Maret 1949

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Serangan Umum 1 Maret 1949 mulai dilakukan saat sirine jam malam berakhir berbunyi, tepatnya pukul 06.00 WIB.

Belanda yang saat itu melakukan Agresi Militer II membuat kedudukan Pemerintah Indonesia di mata internasional menjadi melemah, karena Belanda mengumumkan jika Indonesia sudah hancur.

Untuk membuktikan bahwa hal ini salah, Panglima Besar Sudirman memberikan instruksi serangan balik ke Belanda. Selain itu, serangan ini juga bertujuan untuk membuktikan jika TNI masih kuat.

Sesaat setelah sirine berbunyi pukul 06.00 WIB, pasukan TNI menyerang Belanda dari seluruh penjuru kota. Belanda dipukul mundur untuk meninggalkan pos militernya serta beberapa persenjataan direbut oleh pasukan Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X