Kompas.com - 26/02/2021, 12:28 WIB
Pertanian di dekat Kairo, Mesir Encyclopaedia BritannicaPertanian di dekat Kairo, Mesir

KOMPAS.com - Jika mendengar tentang Mesir apa yang terpikir di otakmu? Piramida, gurun pasir, Firaun, atau cuaca yang sangat panas?

Kamu pasti tidak membayangkan adanya pertanian di daerah panas dan kering seperti mesir. Mesir merupakan daerah yang sangat kering dengan curah hujan rendah dan suhu yang panas.

Dilansir dari Climates to Travel, Kota Kairo Mesir hanya memiliki curah sebesar 25 mm per tahunnya. Berbeda sekali dengan Indonesia yang satu harinya memiliki curah hujan 20 hingga 100 mm/hari. Jari satu hari air hujan di Indonesia hampir sama dengan jumlah setahun air hujan di Mesir.

Lalu bagaimanakah Mesir dapat melakukan pertanian jika hujan saja sangat jarang turun?

egypttoday.com/ Hussein Tallal Pertanian beras di Mesir

Pertanian sebenarnya sudah dikembangan sejak jaman Mesir kuno dengan menanam biji-bijian, gandung, sayuran, dan buah-buahan. Dilansir dari Food and Agriculture Organization (FAO), pertanian Mesir kuno tidak mengandalkan curah hujan melainkan air dari Sungai Nil dan banjir musiman.

Baca juga: Mesir: Negara Pertama Mengakui Kemerdekan Indonesia

Hingga saat ini Mesir masih mengandalkan sungai nil sebagai faktor utama yang mendukung pertanian. Lembah-lembah di sekitar sungai Nil merupakan daerah yang subur karena selalu terpenuhi pasokan airnya sepanjang waktu.

Dilansir dari Infomineo, aliran Sungai Nil dibendung dalam suatu bendungan raksasa yang disebut dengan Aswan High Dam. Saking besarnya Aswan High Dam dapat membenung aliran Sungai Nil selama satu tahun penuh dan menjadi pasokan air terbesar di Mesir.

Pasokan air dalam bendungan tersebut diatur distribusinya karena mewakili 82,59 persen dari total pasokan air yang dimiliki Mesir. Dengan adanya Aswan High Dam, Mesir dapat membudidayakan beras, kapas, jagung, gandung, tebu, buah-buahan, sayur-sayuran, dan kacang-kacangan.

Ke depannya, pertanian di Mesir akan terus dikembangkan baik secara teknologi, pembiayaan, perairan, dan pembukaan lahan pertanian baru. Pemerintah Mesir bahkan menganggarkan anggaran dalam jumlah besar dan juga bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Eropa dalam pengembangan pertaniannya.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X