Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan Pasar

Kompas.com - 25/01/2021, 18:31 WIB
Vanya Karunia Mulia Putri ,
Nibras Nada Nailufar

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Harga keseimbangan pasar terbentuk karena adanya proses tawar menawar antara penjual dan pembeli. Harga terbentuk atas kesepakatan kedua belah pihak.

Dalam ekonomi, harga keseimbangan ini biasanya terjadi saat pembeli menurunkan harga dan penjual menaikkan harganya. Hal ini terus terjadi hingga akhirnya ada harga yang disepakati.

Mengutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), harga keseimbangan pasar sering disebut juga sebagai harga pasar atau harga keseimbangan.

Harga keseimbangan pasar adalah sebuah kondisi di mana barang yang ingin dibeli oleh pembeli memiliki harga yang sama dengan harga yang ditawarkan oleh penjual.

Pengertian lain dari harga keseimbangan pasar adalah kesepakatan harga antara penjual atau produsen dengan pembeli.

Baca juga: Harga: Konsep, Tujuan, dan Metode Penetapannya

Lalu, bagaimana proses terbentuknya harga keseimbangan pasar?

Terbentuknya harga keseimbangan pasar dikarenakan adanya proses tawar menawar.

Jika harga yang ditawarkan oleh penjual kepada pembeli tergolong mahal, maka barang atau jasa tersebut tidak akan terbeli atau terjual.

Maka penjual atau produsen akan menurunkan harganya, supaya pembeli bisa membeli barang serta memakai jasanya.

Sebaliknya jika harga yang ditawarkan pembeli terlalu rendah, penjual tidak akan menjual barang atau jasa. Maka pembeli akan menaikkan harganya.

Dilansir dari situs Fullerton College, harga keseimbangan pasar juga bisa dilihat dalam bentuk kurva. Jika kurva penawaran dengan permintaan saling berpotongan, maka pasar dalam kondisi ekulibrium atau seimbang.

Baca juga: Harga Keseimbangan Pasar dalam Kegiatan Ekonomi

Adanya keseimbangan antara jumlah penawaran dan permintaan akan membentuk harga pasar. Harga ini dapat bergeser atau berubah sewaktu-waktu, karena dipengaruhi oleh jumlah permintaan serta penawaran.

Menurut Ninik Rustanti dalam Buku Ajar Ekonomi Pangan dan Gizi (2015), harga keseimbangan pasar memang bisa berubah, jika ada kelebihan permintaan atau penawaran.

Apabila hal ini terjadi, maka akan diusahakan untuk membentuk harga keseimbangan pasar, baik harga yang sebelumnya atau harga keseimbangan yang baru.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Siapa Itu Parikesit?

Siapa Itu Parikesit?

Skola
Karakter Tokoh Wayang Kumbakarna

Karakter Tokoh Wayang Kumbakarna

Skola
Mengenal Tokoh Rahwana

Mengenal Tokoh Rahwana

Skola
Tokoh Anoman dalam Pewayangan Ramayana

Tokoh Anoman dalam Pewayangan Ramayana

Skola
Mengenal Ukara Lamba Basa Jawa

Mengenal Ukara Lamba Basa Jawa

Skola
Bedane Geguritan Gagrak Lawas lan Gagrak Anyar

Bedane Geguritan Gagrak Lawas lan Gagrak Anyar

Skola
Prinsip dan Macam-macam Tembang Jawa Tengahan

Prinsip dan Macam-macam Tembang Jawa Tengahan

Skola
Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Tembang Jawa Gedhe

Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Tembang Jawa Gedhe

Skola
Gaman lan Aji-Ajine Wayang

Gaman lan Aji-Ajine Wayang

Skola
Ratu, Negara, lan Patihe dalam Pewayangan

Ratu, Negara, lan Patihe dalam Pewayangan

Skola
Peran Siswa dalam Mendukung Implementasi Wawasan Kebangsaan

Peran Siswa dalam Mendukung Implementasi Wawasan Kebangsaan

Skola
Hubungan Antargatra

Hubungan Antargatra

Skola
Peran dan Ancaman dalam Membangun Integrasi Nasional

Peran dan Ancaman dalam Membangun Integrasi Nasional

Skola
Kesediaan Warga Negara untuk Melakukan Bela Negara

Kesediaan Warga Negara untuk Melakukan Bela Negara

Skola
Daerah Khusus, Daerah Istimewa, dan Otonomi Khusus

Daerah Khusus, Daerah Istimewa, dan Otonomi Khusus

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com