Respons Vatikan terhadap Kemerdekaan Indonesia

Kompas.com - 17/12/2020, 11:37 WIB
Negara Kota Vatikan yang merupakan negara dengan luas tersempit di seluruh dunia. ShutterstockNegara Kota Vatikan yang merupakan negara dengan luas tersempit di seluruh dunia.

KOMPAS.com - Vatikan merupakan negara kota berdaulat yang telah berdiri sejak tahun 1929. Wilayah negara Vatikan adalah enclave (wilayah kantong) di kota Roma, Italia.

Vatikan merupakan salah satu negara yang mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bentuk dukungan Vatikan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia dilakukan melalui pengakuan kedaulatan Indonesia pada tahun 1947.

Pengakuan kemerdekaan

Dalam buku Sejarah Indonesia Modern: 1200 – 2004 (2005) karya M.C Ricklefs, Vatikan merupakan negara Eropa pertama yang memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia.

Vatikan secara resmi memberi pengakuan kemerdekaan Indonesia pada 6 Juli 1947. Pengakuan Vatikan atas kemerdekaan Indonesia ditandai dengan pembentukan Apostolic Delegate atau kedutaan besar Vatikan di Jakarta.

Baca juga: Pengakuan India terhadap Kemerdekaan Indonesia

Pada pertengahan tahun 1947, Paus Pius XII di Vatikan memerintahkan George Marie Joseph untuk menjadi duta besar Vatikan di Indonesia periode 1947-1955.

Tugas pokok dari George Marie Joseph dalam Apostolic Delegate adalah menjadi perantara takhta suci Vatikan dan pemerintah Indonesia.

Pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Vatikan dilatar belakangi oleh kesamaan prinsip kenegaraan antara Indonesia dan Vatikan. Berikut kesamaan prinsip kenegaraan antara Indonesia dan Vatikan:

  1. Mendukung terciptanya perdamaian dunia
  2. Menolak pandangan ateisme di dunia
  3. Mendukung terciptanya kerukunan antar umat beragama di dunia
  4. Menciptakan keadilan sosial bagi seluruh umat manusia
  5. Memelihara kesejahteraan seluruh umat manusia

Baca juga: Kondisi Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan

Peran Mgr. Albertus Soegijopranoto

Mgr. Albertus Soegijopranoto merupakan Uskup Agung pribumi pertama di Indonesia. Pada masa revolusi Indonesia, Soegijopranoto berhasil melakukan diplomasi dengan Vatikan terkait dengan pengakuan kemerdekaan Indonesia.

Dalam buku Mgr. Albertus Soegijapranata SJ: Antara Gereja dan Negara (2012) karya Anhar Gonggong, diplomasi Soegijopranoto berawal saat ia mengirimkan surat kepada Paus di Vatikan pada 18 Januari 1947.

Dalam surat tersebut, Soegijopranoto menyampaikan tentang kekejaman pendudukan tentara Belanda di Indonesia pasca proklamasi RI.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X