Jumlah Penduduk Dunia 2020

Kompas.com - 11/07/2020, 14:03 WIB
Ilustrasi populasi dunia. SHUTTERSTOCKIlustrasi populasi dunia.

KOMPAS.com - Hari Populasi Dunia adalah acara tahunan yang dirayakan pada tanggal 11 Juli setiap tahun. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai masalah populasi global.

Acara ini didirkan oleh Dewan Pengurus Program Pembangunan PBB pada tahun 1989. Butuh ratusan ribu tahun bagi populasi dunia untuk tumbuh menjadi 1 miliar.

Namun seiring berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan hanya dalam 200 tahun, populasi dunia tumbuh tujuh kali lipat.

Dilansir dari situs resmi United Nation, pada 2011 jumlah penduduk dunia mencapai angka 7 miliar orang. Kemudian di 2016 mencapai 7,4 miliar orang dan jumlah penduduk dunia 2020 mencapai 7,7 miliar orang. Diperkirakan pada 2030 akan tumbuh mencapai 8,5 miliar penduduk dan pada 2050 mencapai 9,7 miliar penduduk.

Baca juga: Sejarah Hari Populasi Dunia

Pertumbuhan dramatis ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya jumlah orang yang bertahan hidup hingga usia reproduksi.

Selain itu, disertai dengan perubahan besar dalam tingkat kesuburan, peningkatan urbanisasi, dan percepatan migrasi. Tren ini akan memiliki implikasi yang luas untuk generasi mendatang.

Berikut data pertumbuhan jumlah penduduk selama 10 tahun dikutip dari situs Worldometers:

Tahun Jumlah penduduk dunia
2011 7,041,194,301
2012 7,125,828,059
2013 7,210,581,976
2014 7,295,290,765
2015 7,379,797,139
2016 7,464,022,049
2017 7,547,858,925
2018 7,631,091,040
2019 7,713,468,100
2020 7,794,798,739

Ilustrasishutterstock.com Ilustrasi
Perubahan usia hidup

Pada awal 1970-an, rata-rata wanita memiliki 4-5 anak, kemudian pada 2015 kesuburan dunia turun menjadi di bawah 2 anak per wanita. Semetara, rata-rata rentang hidup global telah meningkat, dari 64,6 tahun di awal tahun 1990-an menjadi 72,6 tahun pada 2019.

Populasi dunia juga melihat tingkat urbanisasi yang tinggi dan percepatan migrasi. Pada 2007 adalah tahun pertama di mana banyak orang tinggal di daerah perkotaan daripada pedesaan.

Baca juga: Jumlah Penduduk Indonesia 2020

Pada tahun 2050 prediksinya sekitar 66 persen dari populasi dunia akan tinggal di kota. Tren ini memberikan implikasi yang luas. Mereka memengaruhi pembangunan ekonomi, lapangan kerja, distribusi pendapatan, kemiskinan dan perlindungan sosial.

Mereka juga memengaruhi upaya untuk memastikan akses universal ke perawatan kesehatan, pendidikan, perumahan, makanan, air, dan energi.

Untuk mengatasi kebutuhan individu secara lebih berkelanjutan, para pembuat kebijakan harus memahami berapa banyak orang hidup di bumi ini, di mana mereka berada, berapa usia mereka, dan berapa banyak generasi mendatang yang akan lahir.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X