Kompas.com - 08/07/2020, 15:47 WIB
BPCB Jawa Tengah melakukan ekskavasi di lokasi penemuan candi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. KOMPAS.COM/DOK UPT OBYEK WISATA DIENGBPCB Jawa Tengah melakukan ekskavasi di lokasi penemuan candi di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Daftar Isi
Buka

KOMPAS.com - Jejak peradaban Hindu-Buddha di Indonesia juga dapat dilihat melalui kesenian, di antaranya seni arca dan ragam hias.

Selain karena bangunan suci, peninggalan arca-arca di Indonesia menjadi sarana penelitian ikonografi untuk mengetahui dewa-dewi dari agama Hindu dan Buddha.

Berdasarkan jurnal Jejak-Jejak Peradaban Hindu-Buddha di Nusantara (2014) karya Titi Surti Nastiti, secara ikonografis arca-arca yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan masa kejayaan Singhasari.

Beberapa arca di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah menunjukkan gaya seni yang sederhana dari Singhasari.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui bahwa arca Shinghasari memiliki rumpun teratai yang keluar dari bonggolnya.

Namun, arca dari Situs Tiro dan Situs Tondowongso yang terletak di Kediri belum memakai ciri-ciri Singhasari tersebut.

Baca juga: Jejak Arsitektur Peradaban Hindu-Buddha di Nusantara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada masa peradaban Hindu dan Buddha, pembuatan arca harus memiliki hubungan emosional antara seniman atau pembuat arca dengan kepercayaan atau dewa maupun dewi yang akan dibuat.

Sehingga arca yang menjadi peninggalan peradaban Hindu-Buddha memiliki kaidah dan ukuran-ukuran yang sesuai. Seakan-akan arca yang dibuat merupakan bentuk nyata dari dewa maupun dewi.

Pada masa peradaban Hindu-Buddha, para seniman harus mengerti kaidah ikonometri yang diikuti untuk membuat arca. Pembuatan arca disesuaikan dengan kedudukan dewa-dewi baik dari agama Hindu maupun Buddha.

Tak terawat, sejumlah  arca yang diduga peninggalan jaman kerajaan Hindu di Dusun Genengan Desa Bangsri Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Jawa Timur hilangKOMPAS.COM/SUKOCO Tak terawat, sejumlah arca yang diduga peninggalan jaman kerajaan Hindu di Dusun Genengan Desa Bangsri Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Jawa Timur hilang
Ragam hias

Penelitian melalui candi-candi di Yogyakarta dan Jawa Tengah ditemukan adanya ragam hias kala yang berahang dan tanpa rahang, rat wajak ada yang demonis dan tidak, seperti yang ditemukan di Candi Kedulan.

Selain itu, hiasan kala yang memiliki rahang bawah terdapat di Candi Ijo dan Candi Sojiwan. Sebenarnya jika mengikuti pakem, ragam hias kepala kala yang memiliki rahang adalah ciri ragam hias Jawa Timur.

Pada masa peradaban Hindu dan Buddha terdapat ragam hias pada candi maupun arca yang beragam. Selainm ragam hias berupa kala makara, juga terdapay raham hias bermotif gana dan pilar di batu-batu candi.

Baca juga: Jejak Agama Peradaban Hindu-Buddha di Nusantara

Untuk pembuatan ragam hias di masa peradaban Hindu-Buddha juga sudah menggunana berbagai bahan dan teknik yang berbeda antara satu candi dengan yang lainnya.

Seperti teknik yang digunakan di candi-candi Jawa Tengah dan Padawang Lawas menggunakan monolit, sedangkan di Candi Simangambat menggunakan beberapa batu yang dipahat sendiri-sendiri kemudian digabung menjadi satu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.