Kompas.com - 22/05/2020, 16:45 WIB
Kompleks Candi Prambanan. DOK. PUSKOMPUBLIK KEMENPAREKRAFKompleks Candi Prambanan.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Masuknya ajaran Hindu-Buddha di Nusantara pastinya akan meninggalkan pengaruh dalam kehidupan sosial masyarakat.

Apalagi dengan berdiri dan berkembangnya kerajaan-kerajaan yang tersebar di wilayah Nusantara.

Peninggalan-peninggalan paling populer sejarah Hindu-Buddha seperti kuil dan berbagai prasasti.

Hingga kini peninggalan-peninggalan tersebut telah dilestarikan dan dijadikan tempat wisata bagi masyarakat.

Peninggalan Hindu-Buddha

Berikut merupakan peninggalan-peninggalan sejarah Hindu-Buddha yang tersebar di Indonesia:

Prasasti (batu tertulis)

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), setiap kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang berdiri dan berkembang di Indonesia memiliki peninggalan berupa prasasti (batu tertulis).

Dalam prasasti-prasasti tersebut tertulis dengan huruf Pallawa, berbahasa sansekerta, bahasa Jawa kuno dan Melayu kuno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Prasasti merupakan sebuah dokumen atau piagam yang tertulis pada batu, tembaga, dan sebagainya.

Baca juga: Perkembangan Agama Hindu-Buddha di Nusantara 

Contoh prasasti tersebut adalah:

Prasasti huruf pallawa bahasa Sansakerta:

  • Yupa, prasasti Muarakaman (Kerajaan Kutai)
  • Prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi, Tugu, Cidanghiang (Kerajaan Tarumanegara)
  • Prasasti Tuk Mas (Kerajaan Holing)
  • Prasasti Canggal, Mantyasih, Wanua Tengah III, Sojomerto, Sangkhara, Kalasan,Klurak (Kerajaan Mataram Kuno).

Prasasti huruf pallawa bahasa Melayu Kuno:

  • Prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuo, Kota Kapur, Karang Berahi, Telaga Batu (Kerajaan Sriwijaya)

Prasasti huruf Pranagari dan Bali kuno bahasa Sansekerta:

  • Prasasti Sanur (Kerajaan Bali)

Candi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), candi adalah bangunan kuno yang dibuat dari batu (sebagai tempat pemujaan, penyimpanan abu jenazah raja-raja, pendeta-pendeta Hindu dan Buddha pada zaman dulu).

Istilah candi berasal dari salah satu nama untuk Dewi Durgha (dewi maut) yaitu Candika. Di mana itu ada kaitannya dengan fungsi candi sebagai tempat untuk memuliakan raja yang tela meninggal.

Bukan mayat atau abu jenazah yang disimpan di candi. Tapi benda-benda seperti potongan logam, batu-batuan dan sesaji.

Barang-barang itu ditaruh pada wadah atau pripih. Pripih itu lah yang ditanam di dasar candi. Pada agama Hindu, candi berfungsi sebagai makam.

Sementara bagi agama Buddha, candi memiliki tempat untuk pemujaan dan tidak ada pripih. Di dalam candi Buddha tidak ada arca yang jadi perwujudan Dewa.

Terdapat pengelompokan candi-candi yang telah ada. Candi di Pulau Jawa erat kaitannya dengan alam pikiran dan susunan masyarakatnya.

Baca juga: Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara 

Candi di Indonesia ada yang dibangun berdiri sendiri dan yang dibangun berkelompok. Candi yang berdiri sendiri seperti Candi Borobudur, sedangkan candi yang berkelompok adalah candi Prambanan.

Berikut tiga jenas candi-candi di Indonesia:

  • Jawa Tengah bagian Utara ada Candi-candi di komplek Dieng dan candi-candi di Gedung Songo.
  • Jawa Tengah bagian Selatan ada Candi Kalasan, candi Mendut, candi Pawon.
  • Jawa Timur ada candi Panataran termasuk didalamnya candi yang ada di Bali dan Sumatra Tengah (Muara Takus).

Dengan pembuatan candi, berkembang juga seni ukir. Itu bisa dilihat dari ukuran atau pahatan pada dinding candi.

Pahatan yang sering ditemukan pada candi seperti, makhluk ajaib, tumbuh-tumbuhan, daun- daunan, sulur-sulur, bunga teratai (baik yang kuncup maupun yang mekar).

Candi-candi yang cukup terkenal hingga mancanagera seperti, candi Borobudur, candi Prambanan atau candi di kompleks Dieng.

Arca (patung)

Sejumlah patung berbentuk arca di Lembah Tumpang, destinasi wisata di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat (6/12/2019).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Sejumlah patung berbentuk arca di Lembah Tumpang, destinasi wisata di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jumat (6/12/2019).
Arca adalah patung yang terutama dibuat dari batu yang dipahat menyerupai bentuk orang atau binatang. Arca sangat berhubungan erat dengan agama Hindu dan Buddha.

Arca didasarkan pada peninggalan agama Hindu dan Budha dapat dibagi menjadi patung patung dewa.

Berikut contoh peninggalan arca:

  • Arca Airlangga dari kerajaan Mataram Kuno di Jawa Timur
  • Kertarajasa Jayawardhana patung perwujudan raja pendiri kerajaan Majapahit
  • Prajna Paramitha perwujudan Ken Dedes dari kerajaan Singosari.

Baca juga: Peran Kerajaan dalam Jaringan Keilmuan di Nusantara

Kitab

Kitab juga merupakan salah satu peninggalan sejarah Hindu-Buddha yang sempat berkembang di Indonesia.

Berikut beberapa kitab yang merupakan peninggalan sejarah Hindu-Buddha:

  • Kerajaan Kediri

Pada masa Kerajaan Kediri adalah Bratayudha (Mpu Panuluh dan Mpu Sedah), Arjuna Wiwaha (Mpu Kanwa), Smaradhahana (Mpu Darmaja), Writasanjaya dan Lubdhaka (Mpu Tanakung), Kresnayana, Bhomakavya.

  • Kerajaan Majapahit

Masa Kerajaan Majapahit ada Pararaton (berisi riwayat raja-raja Singosari dan Majapahit) , Negara Kertagama (Mpu Prapanca), Sutasoma dan Arjunawijaya (Mpu Tantular).

Kemudian ada Sorandaka (cerita pemberontakan Sora), Ranggalawe (cerita pemberontakan Ranggalawe), Panjiwijayakrama (cerita riwayat Raden Wijaya) dan Usana Jawa (cerita penaklukan Bali oleh Gajah Mada). 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.