Sejarah Hari Bank Indonesia

Kompas.com - 05/07/2020, 08:00 WIB
Gedung Bank Indonesia di Yogyakarta cagarbudaya.kemdikbud.go.idGedung Bank Indonesia di Yogyakarta

KOMPAS.com - Setiap tanggal 5 Juli, Indonesia memperingati Hari Bank Indonesia. Sesuai Pasal 23D UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia, merupakan bank sentral Republik Indonesia.

Sebelumnya, Bank Indonesia bernama De Javasche Bank (DJB) yang didirikan berdasarkan Oktroi pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Kemudian pada 1 Juli 1953 DJB dinasionalisasikan menjadi Bank Indonesia.

Sejarah Bank Indonesia

Berdasarkan situs resmi Bank Indonesia, saat kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 17 Agustus 1950, struktur perekonomian Indonesia masih didominasi struktur kolonial.

Struktur perbankan Indonesia pada masa itu menjadi komponen sarana moneter yang tidak banyak berperan dalan operasi perbankan, namun menimbulkan keinginan di tengah masyarakay intuk memasukkan unsur nasional dalam struktur ekonomi Indonesia.

Baca juga: Ciri-Ciri Uang Rupiah

 

Setelah nasionalisasi De Javasche Bank (DJB) tahun 1951, Panitia nasionalisasi DJB melanjutkan tugasnya dengan merumuskan RUU Pokok Bank Indonesia (BI) yang merupakan UU bagi bank sentral Indonesia.

Dalam konsideran UU nasionalisasi DJB disebutkan bahwa negara RI sebagai negara merdeka dan berdaulat harus memiliki bank sentral yang bersifat nasional. Nasionalisasi DJB merupakan proses awal pembentukan bank sentral.

Berdasarkan UU Nomor 11 tahun 1953, Bank Indoensia memiliki tiga fungsi dasar, yaitu:

  • Kebijakan moneter
  • Kebijakan perbankan
  • Memperlancar lalu lintas pembayaran.

Mengapa tanggal 5 Juli?

Dilansir dari buku Kompas 100 Corporate Marketing Cases (2009) karya Hermawan Kartajaya, selama Indonesia mempertahankan kemerdekaannya, Belanda merebut bank-bank pada masa Jepang di Indonesia.

Ketika Belanda berhasil membuka lagi De Javasche Bank, pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan undang-undang darurat tentang berdirinya Bank Negara Indonesia (BNI) pada 5 Juli 1946.

BNI menjadi bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Tanggal lahir tersebut kemudian ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Bank Indonesi.

Bank tersebut merupakan bank pertama yang mengedarkan alat pembayaran pertama kali ciptaan pemerintah Indonesia, yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946.

Baca juga: Sejarah Rupiah, Bermula dari Oeang Republik Indonesia

Kemudian Yayasan Poesat Bank Indonesia yang merupakan cikal bakal lahirnya BNI dilebur kedalamnya. Pada tahun-tahun selanjutnya dilakukan berbagai upaya oleh pemerintah Indonesia untuk memantapkan kedudukan Bank Negara Indonesia.

Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949, Pemerintah Indonesia dan Belanda, memutuskan untuk mengubah fungsi Bank Negara Indonesia dari bank sentral menjadi bank umum.

Bank BNI mulai mengarahkan usahanya untuk pembangunan ekonomi, sedangkan Bank Indonesia (yang pada waktu itu bernama De Javasche Bank) ditunjuk menjadi bank sentral.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X