Perkembangan Agama Hindu-Buddha di Nusantara

Kompas.com - 22/05/2020, 14:30 WIB
Prasasti Ciaruteun, salah satu dari tujuh prasasti bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara. KemdikbudPrasasti Ciaruteun, salah satu dari tujuh prasasti bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Masuknya ajaran Hindu- Buddha di Nusantara mengalami perkembangan pesat di masyarakat.

Masyarakat Nusantara yang pada awalnya sekitar abad ke-3 menganut kepercayaan anismisme dan dinasmis, kemudian belajar dan masuk agama Hindu-Buddha.

Penyebaran dan perkembangan ajaran Hindu-Buddha juga tidak lepas berdirinya kerajaan- kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha diberbagai wilayah di Nusantara.

Adanya kerajaan-kerajaan tersebut berpengaruh pada kehidupan masyarakat diberbagai bidang.

Dalam buku Sejarah Politik dan Kekuasaan (2019) Tappil Rambe dan kawan-kawan, keterlibatan Indonesia dengan dunia luar telah dimulai sejak abad pertama masehi.

Mereka telah mengadakan komunikasi, hubungan dagang, dan pernikahan dengan orang India.

Pernikahan menyebabkan orang-orang India menetap di wilayah Nusantara dan mulainya terjadi perubahan.

Baca juga: Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara

Kerajaan Hindu-Buddha

Berikut kerajaan-kerajaan di Nusantara yang bercorak Hindu-Buddha:

Kerajaan Kutai yang berada di daerah Kutai Kalimantan Timur merupakan kerajaan Hindu tertua di Nusantara.

Pengaruh datangnya kebudayaan India terutama kebudayaan Hindu menyebabkan Kutai yang semula merupakan kelompok masyarakat berbentuk suku berubah sistem pemerintahannya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X