Kompas.com - 16/03/2020, 09:00 WIB
Ilustrasi Stratifikasi Sosial shutterstock.comIlustrasi Stratifikasi Sosial
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Dalam setiap masyarakat, pastinya terdapat perbedaan antar individu maupun kelompok.

Itu merupakan fenomena sosial umum yang bersifat horizontal dan vertikal. Perbedaan tersebut dalam sosiologi dikenal stratifikasi sosial.

Arti stratifikasi sosial

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) stratifikasi adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atas dasar kekuasaan, hak-hak istimewa, dan prestise.

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), stratifikasi sosial adalah perhatian yang paling mengikat dan sentral dari sosiologi.

Perubahan dalam studi stratifikasi sosial mencerminkan tren di seluruh disiplin ilmu.

Para pendiri sosiologi, Maximilian Weber berpikir bahwa Amerika Serikat tidak sama seperti Eropa. Di mana tanpa kelas dengan tingkat mobilitas ke atas yang tinggi.

Baca juga: Kisah Warga Italia Saat Lockdown, dari Interaksi Sosial menjadi Virtual

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi selama depresi hebat, Robert dan Helen Lynd dalam studi Middletown (1937) mendokumentasikan kesenjangan yang mendalam antara kelas pekerja dan kelas bisnis di semua bidang kehidupan masyarakat.

Akibatnya sistem stratifikasi sosial muncul istilah kelas sosial atas, menengah, dan bawah.

Dalam buku Stratifikasi dan Mobilitas Sosial (2016) karya Indera Ratna Irawati Pattinasarany, terminologi stratifikasi sosial berasal dari kata stratum yang berati lapisan dan socius yang berarti masyarakat.

Stratifikasi sosial dapat diartikan sebagai perbedaan posisi sosial individu-individu dalam masyarakat.

Pengertian stratifikasi sosial dapat pula berupa pengelompokan masyarakat secara sosial, budaya, ekonomi atau politik dalam lapisan-lapisan yang jenjang.

Dasar pembeda antar satu posisi sosial dengan posisi sosial lainnya berupa perbedaan ekonomi, kekayaan, status sosial, pekerjaan, kekuasaan, dan sebagainya.

Dasar pembentukan stratifikasi sosial

Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), segala sesuatu yang dapat dijadikan dasar stratifikasi sosial jika sesuatu dianggap bernilai atau berharga dibandingkan dengan yang lain.

Stratifikasi sosial dapat terbentuk berdasarkan kekayaan (ekonomi), pendidikan, kekuasaan, atau keturunan.

Baca juga: BPN: Kesenjangan Sosial Hanya Bisa Dikurangi Jika Pemerintahnya Punya Uang

  • Dasar kekayaan

Masyarakat masih lebih menghargai orang yang memiliki kekayaan berlimpah daripada orang yang tidak memiliki kekayaan sama sekali.

Jika itu terjadi maka dasar stratifikasi sosial adalah kekayaan atau ekonomi. Stratifikasi seperti disebut kelas sosial.

Kelas sosial adalah stratifikasi sosial berdasarkan ekonomi. Masyarakat tidak dapat melepaskan dimensi ekonomi dari dimensi pekerjaan dan pendidikan.

Pekerjaan dengan penghasilan merupakan bagian penting dari ekonomi.

  • Dasar pendidikan

Semakin tinggi pendidikan yang dimiliki, maka semakin tinggi pula kedudukan sosialnya dalam masyarakat.

Lapisan pada pendidikan tersebut bisa dilihat dari lulusan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga Perguruan Tinggi (PT).

Ukuran ilmu pengetahuan masih digunakan di dalam kehidupan masyarakat. Dengan pendidikan akan menjadi syarat bagi pekerjaan.

Baca juga: Konflik Sosial: Arti dan Faktor Penyebabnya

  • Kekuasaan

Jika kekuasaan yang akan masuk dalam lapisan atas. Dengan kekuasan yang dimiliki tinggi maka akan dibanding lebih hormat,berbeda jika kekuasaan yang dimiliki rendah.

Jenis stratifikasi sosial

Dalam stratifikasi sosial ada dua jenis yang membedakan, yakni:n

  • Stratifikasi sosial tertutup

Stratifikasi sosial tertutup terjadi jika masyarakat tidak dapat beralih dari satu strata ke strata lain.

Pada stratifikasi tersebuta biasanya terjadi dalam lingkungan masyarakat yang menetapkan sistem kasta maupun feodal.

Contoh pada stratifikasi sosial tertutup bisa dilihat pada sistem kasta seperti di Bali dan India

  • Stratifikasi sosial terbuka

Stratifikasi sosial terbuka terjadi jika masyarakat dapat beralih dari satu strata ke strata lain.

Baca juga: Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial

Ketika dasar stratifikasi yang digunakan kekayaan, apakah tiap strata dapat beralih dari atas ke bawah atau sebaliknya?

Siapa pun bisa beralih dari memiliki kekayaan berlimpah, akhirnya menjadi orang yang tidak memiliki apa pun.

Sebaliknya dari orang yang hanya memiliki sedikit kekayaan, akhirnya mendapat harta berlimpah.

Jadi yang membedakan stratifikasi sosial tertutup dan Stratifikasi sosial terbuka adalah keterbukaan stratifikasi sosial diukur dari mudah-tidaknya.

Kemudian sering tidaknya seseorang yang mempunyai status sosial tertentu memperoleh strata yang lebih tinggi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.