Kisah Warga Italia Saat "Lockdown", dari Interaksi Sosial menjadi Virtual

Kompas.com - 15/03/2020, 20:05 WIB
Warga memakai masker mengantre di supermarket pada hari kedua lockdown Italia. Gambar diambil di Pioltello, dekat Milan, Rabu (11/3/2020). FLAVIO LO SCALZO/REUTERSWarga memakai masker mengantre di supermarket pada hari kedua lockdown Italia. Gambar diambil di Pioltello, dekat Milan, Rabu (11/3/2020).

KOMPAS.com - Ketika 60 juta warga Italia menghadapi penguncian nasional akibat virus corona, interaksi sehari-hari kini telah berpindah ke platform perpesanan, seperti WhatsApp dan Skype.

Dibandingkan setahun lalu, WhatsApp mencatat bahwa pengguna di Italia melakukan panggilan 20 persen lebih banyak dan mengirim pesan 20 persen lebih banyak di aplikasi perpesanan itu.

Seorang juru bicara Microsoft menyebut pihaknya tak menyediakan statistik untuk Skype, tapi mereka mencatat 100 persen pertumbuhan penggunaan.

Baca juga: Hati-hati, Berikut Ciri-ciri WhatsApp yang Sedang Disadap

Bagi warga Italia, interaksi melalui platform itu membantu mereka mengatasi penguncian dan kecemasan akibat Covid-19.

Dalam beberapa kasus, interaksi virtual itu juga memberikan akses jauh ke beberapa penyedia layanan kesehatan mental dan memungkinkan pasien virus corona yang dirawat di rumah sakit untuk berinteraksi.

"Melakukan interaksi kecil antara pasien dan keluarga menjadi sangat penting agar mereka tetap berpikir positih dan memiliki harapan," kata kerabat satu pasien virus coronavirus di Milan, dilansir dari Reuters (15/3/2020).

Kunjungan ke rumah sakit untuk pasien virus corona memang tidak diizinkan.

Baca juga: Berikut Perbedaan Lockdown dan Status KLB Virus Corona

Sistem panggilan video

Namun, perawat dan dokter di beberapa rumah sakit Italia mencoba mengatur panggilan video singkat setiap hari untuk para pasien.

"Kami telah menghubungi perusahaan telekomunikasi untuk mengaktifkan sistem panggilan video dan memberikan tablet kepada pasien kami untuk berbicara dengan kerabat mereka," kata Marco Resta, Wakil Kepala Unit Perawatan intensif di Policlinico San Donato di Milan.

Menanggapi penyebaran penyakit di Italia, pemerintah telah melarang semua perjalanan yang tidak penting dan pertemuan publik hingga 3 April.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X