Keanggotaan Indonesia di OKI

Kompas.com - 18/02/2020, 07:00 WIB
kelompok kerja Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk perdamaian dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-74. dok. Kementerian Luar Negerikelompok kerja Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk perdamaian dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-74.

KOMPAS.com - Indonesia tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

OKI adalah organisasi internasional terbesar kedua setelah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

OKI awalnya dibentuk sebagai wadah yang menampung negara-negara Islam.

Keanggotaan Indonesia di OKI sempat menuai kontroversi. Ini karena Indonesia bukan negara Islam.

Berikut sejarah keanggotaan Indonesia di OKI seperti ditulis oleh Peneliti Bidang Perkembangan Politik Internasional LIPI Muhammad Fakhry Ghafur di situs LIPI:

 Baca juga: Organisasi Kerja Sama Islam (OKI): Sejarah, Tujuan, dan Anggota

Berdirinya OKI

Pembentukan OKI awalnya dilatarbelakangi keprihatinan negara-negara Islam atas berbagai masalah yang diahadapi umat Islam.

Salah satu pemicunya, pembakaran Masjid Suci Al-Aqsa pada tanggal 21 Agustus 1969 oleh zionis Israel.

Para pemimpin dari 24 negara Islam pun mengadakan Konferensi di Rabat, Maroko, pada tanggal 25 September 1969.

Indonesia termasuk dalam 24 negara yang hadir di konferensi pertama OKI.

 Baca juga: Peran Indonesia dalam OKI

Keanggotaan Indonesia

Keanggotaan Indonesia di OKI sempat menjadi perdebatan di antara negara-negara OKI maupun di dalam negeri.

Halaman:

Sumber LIPI
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X