Keanggotaan Indonesia di OKI

Kompas.com - 18/02/2020, 07:00 WIB
kelompok kerja Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk perdamaian dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-74. dok. Kementerian Luar Negerikelompok kerja Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk perdamaian dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-74.

Ketika Piagam OKI pertama disusun pada tahun 1972, Indonesia menolak untuk menandatanganinya dan menahan diri untuk menjadi anggota resmi.

Ini dikarenakan berdasarkan UUD 1945, Indonesia bukanlah negara Islam.

Demikian juga dengan arah kebijakan politik luar negeri Indonesia yang Bebas Aktif, tidak mendasarkan pada nilai-nilai Islam.

Sejak saat itu peran Indonesia di OKI mengalami pasang surut. Pada tahun-tahun pertama peran Indonesia di OKI masih terbatas.

 Baca juga: Wapres: Kita Bersama OKI dan PBB Berusaha Bujuk AS dan Iran Tak Perang

Namun, karena tuntutan aspirasi dan politik dalam negeri, maka Indonesia memulai aktif berperan di OKI.

Khususnya sejak dekade 1990-an, ketika presiden Soeharto untuk pertama kalinya hadir dalam KTT ke-6 OKI yang diselenggarakan di Senegal, Desember 1991.

Kehadiran presiden Soeharto tersebut menjadi langkah awal perubahan kebijakan politik luar negeri Indonesia untuk berpartisipasi lebih aktif di OKI.

Negara Asia Tenggara (ASEAN) yang menjadi anggota OKI hanya Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darusalam.

Ini dikarenakan hanya ketiga negara itu yang mayoritas penduduknya muslim.

 Baca juga: Pimpin Kelompok Kerja OKI, Menlu Retno Ingin Hentikan Islamofobia

Peran Indonesia di OKI

Meski Indonesia tak terlalu menonjol di OKI, Indonesia punya peranan penting. Berikut peran Indonesia di OKI:

  • Mengakui kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan
  • Membela Pakistan dalam konflik dengan India
  • Menyelesaikan pertikaian Moro dengan pemerintah Filipina
  • Menjadi tuan rumah
  • Memperjuangkan kedaulatan Palestina
  • Mendukung reformasi OKI

 Baca juga: Menlu RI Dorong Negara OKI Solidkan Dukungan ke Palestina

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber LIPI
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tujuan Idul Fitri

Tujuan Idul Fitri

Skola
Kegiatan Idul Fitri

Kegiatan Idul Fitri

Skola
Makna Idul Fitri

Makna Idul Fitri

Skola
Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri

Skola
Sunah Sebelum Shalat Idul Fitri

Sunah Sebelum Shalat Idul Fitri

Skola
Zat Tunggal: Unsur dan Senyawa

Zat Tunggal: Unsur dan Senyawa

Skola
Lafal dan Panduan Takbir Idul Fitri

Lafal dan Panduan Takbir Idul Fitri

Skola
Gerak Bermain Bola Voli

Gerak Bermain Bola Voli

Skola
Keuntungan Letak Geografis Indonesia

Keuntungan Letak Geografis Indonesia

Skola
Letak dan Luas Indonesia

Letak dan Luas Indonesia

Skola
Sumber Daya Alam Nonhayati

Sumber Daya Alam Nonhayati

Skola
Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Indonesia

Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Indonesia

Skola
Permainan Bola Voli

Permainan Bola Voli

Skola
Perkembangan Agama Hindu-Buddha di Nusantara

Perkembangan Agama Hindu-Buddha di Nusantara

Skola
Menyampaikan Pidato Persuasif

Menyampaikan Pidato Persuasif

Skola
komentar
Close Ads X