Kompas.com - 02/02/2020, 18:00 WIB
Rapat PPKI pada 18 Agustus 1945 yang salah satu hasilnya adalah menetapkan UUD 1945 serta memilih presiden dan wakil presiden Republik Indonesia. Osman Ralliby/Dokumentasi Historica, Penerbit Bulan-Bintang, DjakartaRapat PPKI pada 18 Agustus 1945 yang salah satu hasilnya adalah menetapkan UUD 1945 serta memilih presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.

KOMPAS.com - PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah panitia yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Sebelum PPKI, sudah ada BPUPKI yang dibentuk Jepang, kemudian dibubarkan. Setelah BPUPKI tidak ada lagi, Soekarno membentuk PPKI pada 7 Agustus 1945.

Dibentuknya PPKI

Dikutip dari buku Konflik di Balik Proklamasi (2010), di awal Agustus 1945 Jepang makin terimpit dalam perang.

Sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Mengetahui posisi Jepang yang melemah dan nasib Indonesia yang tidak jelas, para tokoh nasional terus mendesak kemerdekaan.

Baca juga: Janji Koiso, Janji Kemerdekaan Jepang kepada Indonesia

Untuk melunasi janji kemerdekaannya, perwira tinggi AD Jepang di Saigon, Hisaichi Terauchi menyetujui pembentukan PPKI.

Tugas PPKI adalah melanjutkan tugas BPUPKI dan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tokoh PPKI

PPKI atau dalam bahasa Jepang Dokuritsu Junbi Iinkai berperan untuk melanjutkan hasil kerja BPUPKI untuk meresmikan pembukaan dan batang tubuh konstitusi.

PPKI diketuai Soekarno dengan wakilnya, Mohammad Hatta. Sementara anggotanya berjumlah 21 orang.

Baca juga: Sejarah BPUPKI dan Perjalanannya

Anggotanya terdiri dari 12 wakil dari Jawa, tiga dari Sumatera, dua dari Sulawesi, serta masing-masing satu dari Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan satu perwakilan etnis Tionghoa. Mereka adalah

  • Soepomo
  • KRT Radjiman Wedyodiningrat
  • RP Soeroso
  • Soetardjo Kartohadikoesoemo
  • KH Abdul Wahid Hasyim
  • Ki Bagus Hadikusumo
  • Otto Iskandardinata
  • Abdoel Kadir
  • Pangeran Soerjohamidjojo
  • Pangeran Poerbojo
  • Mohammad Amir
  • Abdul Abbas
  • Mohammad Hasan
  • GSSJ Ratulangi
  • Andi Pangerang
  • AH Hamidan
  • I Goesti Ketoet Poedja
  • Mr. Johannes Latuharhary
  • Yap Tjwan Bing

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: PPKI Mulai Bekerja Siapkan Kemerdekaan RI

Selanjutnya tanpa sepengetahuan Jepang, keanggotaan bertambah enam yakni:

  • Achmad Soebardjo
  • Sayuti Melik
  • Ki Hadjar Dewantara
  • RAA Wiranatakoesoema
  • Kasman Singodimedjo
  • Iwa Koesoemasoemantri

Tugas PPKI

Seluruh persiapan dan pelaksanaan kemerdekaan Indonesia sudah diserahkan kepada PPKI.

Selanjutnya, PPKI berkewajiban untuk meyakinkan masyarakat terkait kemerdekaan Indonesia.

Tugas-tugas ini dilaksanakan lewat beberapa sidang.

Baca juga: Peristiwa Menjelang Proklamasi

Sidang PPKI

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam perjalanannya, PPKI melakukan tiga kali sidang. Sidang ini baru digelar setelah proklamasi kemerdekaan.

Sidang pertama, digelar pada tanggal 18 Agustus 1945 dengan putusan:

  • mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945,
  • memilih Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai wakil,
  • membentuk komite nasional untuk membantu tugas Presiden sementara sebelum dibentuknya MPR dan DPR.

Sidang kedua pada tanggal 19 Agustus 1945 yang menghasilkan:

  • pembagian wilayah Indonesia yang terdiri atas 8 provinsi,
  • membentuk Komite Nasional (daerah),
  • menetapkan 12 departemen dengan menterinya yang mengepalai departemen dan 4 menteri agama.

Baca juga: Pembukaan UUD 1945: Makna dan Pokok Pikiran

Sidang ketiga pada 22 Agustus 1945 menghasilkan keputusan:

  • pembentukan Komite Nasional,
  • pembentukan Partai Nasional Indonesia,
  • pembentukan Badan Keamanan Rakyat atau Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Akhirnya, pada 29 Agustus 1945 PPKI dibubarkan bersamaan dengan pelantikan anggota Komite Nasional Indonesia Pusat.

(Sumber: Kompas.com/Serafica Gischa, Aswab Nanda Pratama | Editor: Ervan Hardoko)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.